Tiga Ribuan Hektar Lahan Pertanian di Sumba Timur Jadi Korban Belalang Kembara

oleh -224 views
Abriani

Waingapu.Com – Hama belalang Kembara hingga kini masih menjadi momok bagi warga khususnya petani di Kabupaten Sumba Timur, NTT. Serangga yang miliki ‘nama keren’ Locusta Migratoria itu disebutkan telah menjadikan lebih dari tiga ribuan hektar lahan pertanian milik warga sebagai korbannya. Upaya pengendalian hama ini terus dilakukan oleh warga juga Dinas Pertanian dan Pangan setempat. Bahkan upaya itu di back penuh oleh Kementerian Pertanian Republik Indonesia (Kementan – RI).

“Seluruh Kecamatan di Sumba Timur atau 22 kecamatan yang ada sudah diserang oleh belalang kembara ini. Sudah lebih dari tiga ribu hektar lahan pertanian baik jagung dan padi yang rusak karena serangannya,” jelas Oktavianus Mb. Muku, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Sumba Timur, Sabtu (09/04/2022) lalu. 

Baca Juga:  Di Sumba Timur, Penyaluran Pupuk Subsidi Stabil & Terkendali
Penyemprot

Oktavianus yang saat itu memantau dan memimpin langsung upaya pengendalian yang dilakukan Brigade Pembasmi Belalang.  Kepada wartawan di padang sabana Hanggaroru dan Tandening, Desa Kali Uda, Kecamatan Pahunga Lodu, dia menyatakan, tanaman jagung adalah yang paling banyak terserang hama belalang. 

“Untuk lahan jagung lebih dari dua ribu tujuh ratus hektar rusak, sedangkan padi mencapai 456 hektar. Kerusakan ini mulai dari kategori ringan, sedang dan berat,” timpalnya.

Upaya pengendalian hama belalang kembara ini lanjut Oktavianus, di back up penuh oleh Kementan – RI,  dalam hal ini, sebut dia dalam bentuk tim yang diturunkan oleh Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Direktorat Perlindungan Tanaman Pangan.

Belalang Kembara

“Jadi kami dan tim dari kementerian telah dan terus bekerja untuk mengendalikan populasi belalang, tidak hanya untuk Sumba Timur namun juga tiga Kabupaten lainnya di pulau Sumba,“ tandasnya.

Baca Juga:  Hama Belalang Resahkan Warga Maubokul

Sebelumnya di padang sabana Hanggaroru, Abriani Fensionita, selaku Koordinator Opt. Serelia Ditjen. Tanaman Pangan Kementan – RI ketika bersama brigade melakukan upaya pengendalian belalang dengan penyemprotan pestida menguraikan, keberadaan belalang di Sumba sudah over laping. 

“Saat ini keberadaan belalang kembara ini sebagian besar ada di padang sabana dan hutan. Jadi kita mulai lakukan pengendalian dari padang sabana dan hutan sehingga nantinya jika bisa dikendalikan dia tidak bisa lagi sampai ke lahan pertanian warga. Kami dari Kementan telah sejak awal serangan ini terjadi sudah berupaya dan membantu warga serta Dinas Pertanian tak hanya di Sumba Timur, namun juga di Sumba Barat, Sumba Tengah dan Sumba Barat Daya,” urainya.

Baca Juga:  Tersaingi Daging Ayam Beku, Peternak Sumba Timur Terancam Gulung Tikar

Bantuan yang diberikan sebut dia selain pembinaan bagi warga dan tim pengendali yang dibentuk, juga bantuan obat-obatan dan peralatan pendukung. “Ada bahan pengendalinya dalam bentuk pestisida,  disiapkan di gudang brigade yang berada di Kecamatan Lewa. Dan ini untuk seluruh Sumba. Juga kami bantu hand sprayer, dan alat pelindung diri, drum yang menjadi wadah untuk mencampur atau mengaduk obat-obatan, selang dan generator.” paparnya.

Upaya pengendalian hama belalang kembara, lanjut Abriani, tidak hanya menggunakan bahan kimia namun juga nantinya akan menggunakan bahan-bahan ramah lingkungan. Untuk mengendalikan hama belalang kembara ini, nantinya juga akan menggunakan dan mengoptimalkan agen pengendali hayati.(ion)

Komentar