Hama Belalang Kembara di Sumba Timur, Prahara Seluruh Elemen Masyarakat

oleh
oleh
Hama Belalang Kembara

Waingapu.Com – Belalang kembara yang populasinya sudah merajalela dan menjadi hama hingga kini terus menjadi momok yang menakutkan bagai para petani di Kabupaten Sumba Timur. Upaya untuk memeranginya telah pula dilakukan dengan ragam cara, namun sayang hingga kini prahara itu belum juga berlalu. 

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Timur, tak bisa dipungkiri menjadi salah satu instansi pemerintah yang tersorot oleh publik terkait upaya pencegahan maupun penanganan tekrait serangan hama belalang kembara itu. Ragam upaya telah dilakukan oleh institusi yang kini dinahkodai oleh Nico Pandarangga. Cara mekanis dan non mekanis plus kesiagaan brigade pembasmi hama belalang hingga kini masih terus dilakukan, terlepas dari ragam keterbatasan yang dimiliki. 

Baca Juga:  Gagal Panen, Warga Ngallu Beralih Jadi Buruh Perkebunan

Tak bisa dipungkiri serangan serangga ini selalu terjadi sporadis dan tentu harus pula dihadapi dengan melibatkan seluruh komponen atau elemen di masyarakat. Memerangi belalang dalam semangat persatuan dan gotong royong, kini terus digaungkan Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan setempat. 

“Bukan hanya Sumba Timur tapi kini satu Sumba bisa berduka karena wabah atau hama belalang Kembara. Karena petani akan enggan menanam padi, jagung, sorgum dan lainnya, pemicunya adalah takut akan serangan masif Belalang Kembara,” tandas Nico  kepada media ini, Kamis (19/1/2023) di ruang kerjanya.. 

Berkaca pada musim lalu,  lanjut Nico dimana ada tanaman bisa habis dalam sehari karena diserbu gerombolan nimfa dan belalang dewasa, tentu akan mengakibatkan rasa trauma para petani. 

Baca Juga:  Tim Inspektorat Berharap PT. MSM Bisa Berdampak Positif Untuk Seluruh NTT

“Jika petani tidak menanam atau gagal panen, apa yang terjadi dengan rakyat Sumba? Ini masalah bukan hanya masalah petani, tetapi adalah masalah kita bersama. Karena itu mengendalikannya bisa dilakukan jika semua rakyat Sumba bersatu dan bergotong-royong,” imbuhnya.

Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan lanjut Nico, kini terus gelorakan semangat gotong royong dalam setiap kesempatan tatap muka dengan masyarakat juga melalui media sosial dan media massa dalam menghadapi hama belalang. 

“Slogan Ledakan Belalang Kembara bisa mereda, jika rakyat Sumba bersatu dan bergotong-royong terus kita gemakan. Tentunya disertai dengan pemberian pemahaman pada warga bahwa efektifnya upaya pengendalian dilakukan sedini mungkin,” tandas Nico sembari tetap menekankan pentingnya refleksi pikiran positif dimana melihat peningkatan populasi belalang kembara merupakan bentuk nyata tentang kasih sayang Yang Maha Kuasa terhadap masyarakat Sumba, juga bentuk ajakan untuk bersatu dan tidak saling bermusuhan satu dengan yang lain, keberadaan belalang merupakan latihan untuk saling bergotong royong juga peringatan agar masyarakat Sumba tidak lupa pada akar budayanya bahwa kehidupan tidak bisa terlepas dari alam semesta, seperti menyapa dan meminta ijin sebelum mengolah lahan. Upacara adat seperti Paihingi Marapu ba tondungu sudah seharusnya kembali diselenggarakan.(ion)

Baca Juga:  Rusaknya Lokasi Ritual Marapu, PT. MSM Siap Penuhi Panggilan Polisi

Komentar