Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa Resmi Ditetapkan, Info Positif untuk Warga Penganut Marapu

oleh

Bagi masyarakat Sumba, keputusan tersebut memiliki makna tersendiri. Salah satu kepercayaan leluhur yang masih hidup hingga kini adalah Marapu, sistem kepercayaan yang mengajarkan penghormatan kepada Sang Pencipta, leluhur, alam, serta keseimbangan hubungan antara manusia dan lingkungan.

Di Kabupaten Sumba Timur sendiri, eksistensi Marapu terus memperoleh ruang yang lebih baik. Belum lama ini kepengurusan organisasi penghayat Marapu di daerah tersebut telah dikukuhkan sebagai bagian dari upaya memperkuat kelembagaan masyarakat adat sekaligus menjaga warisan budaya yang telah berusia ratusan tahun.

Pengukuhan tersebut dipandang sebagai langkah penting untuk memperkuat perlindungan terhadap hak-hak masyarakat penghayat Marapu, sekaligus mendorong pelestarian berbagai tradisi adat, ritual, bahasa, tenun ikat, arsitektur rumah adat, hingga sistem nilai yang selama ini menjadi identitas masyarakat Sumba.

Penetapan Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa juga menjadi momentum memperkuat edukasi publik bahwa keberadaan berbagai kepercayaan lokal, termasuk Marapu, merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kekayaan budaya Indonesia. Pengakuan terhadap kepercayaan leluhur dinilai bukan sekadar persoalan administrasi, tetapi juga bentuk penghormatan terhadap sejarah bangsa.

Tanggal 13 Juli dipilih berdasarkan pertimbangan historis. Pada tanggal tersebut, dalam sidang BPUPKI dan PPKI tahun 1945, muncul frasa “dan Kepercayaannya” yang diusulkan Wongsonegoro. Frasa itu kemudian menjadi tonggak penting dalam perjalanan pengakuan terhadap masyarakat penghayat kepercayaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Dengan ditetapkannya Hari Kepercayaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa, pemerintah berharap seluruh elemen bangsa semakin menghargai keberagaman keyakinan yang hidup di Indonesia. Bagi masyarakat Sumba, momentum ini sekaligus menjadi penguatan bahwa Marapu bukan hanya warisan leluhur, melainkan bagian penting dari mozaik kebudayaan nasional yang patut dijaga, dihormati, dan diwariskan kepada generasi mendatang.(wyn)