HIPMI Sumba Timur Dukung MUNAS dilaksanakan di Labuan Bajo

oleh
oleh
HIPMI Sumba TImur

Waingapu.Com – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) telah dilantik oleh ketua umum BPP HIPMI, Mardani H. Maming. Adalah Muhammad Ikshan Darwis yang dipercaya serta dilantik dan akan mengemban amanah sebagai Ketua Umum BPD HIPMI NTT,  di Hotel Aston Kupang, dalam gelaran Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) XIII, Selasa (22/02) lalu. 

Dalam perhelatan ini, HIPMI Sumba Timur yang  diwakili oleh tiga jajaran pengurus, masing-masing Cliff Elim selaku Ketua Umum dan Denny Lios serta Charles Umbu Tanda selaku Sekretaris Umum dan Wakil Ketua Umum, selain memberikan ucapan selamat dan dukungan penuh pada kepengurusan HIPMI NTT yang baru, juga menyatakan dukungan untuk seluruh program kerjanya. Tak hanya itu, Cliff Elim juga menyatakan dukungannya agar Musyawarah Nasional (MUNAS) HIPMI mendatang dilaksanakan di NTT. 

Baca Juga:  Kemarau, Berkah Bagi Petani Garam Pamalala

“Kami dari HIPMI Sumba Timur mendukung penuh dan total pada badan pengurus HIPMI NTT yang telah dilantik dan dikukuhkan. Tentunya dukungan juga pada seluruh program kerjanya. Kami juga mendukung pelaksanaan MUNAS HIPMI nanti dilaksanakan di NTT tepatnya di Labuan Bajo pada September 2022 mendatang,” papar Cliff ketika menghubungi media ini langsung dari Kupang, Rabu (23/02) lalu.

Ditambahkan pengusaha muda yang berdomisili di Kelurahan Kambaniru, Kecamatan Kambera, Sumba Timur itu, pelaksanaan Munas di Labuan Bajo nanti, bisa dioptimalkan untuk mempromosikan potensi daerah.

“Selain bisa mempromosikan potensi usaha di NTT pada umumnya, tentu kami dari Sumba Timur akan tampilkan potensi daerah kami. Semuanya tentu bermuara pada kemajuan perekonomian Sumba Timur, khususnya dalam upaya mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan,” timpalnya.

Baca Juga:  Kebun Tak Berpagar, Kades Ancam Copot Aparat Desa

HIPMI Sumba Timur, sebut Cliff, akan berupaya maksimal membantu pemerintah dan masyarakat dalam peningkatan taraf ekonomi agar lebih baik.  “Menolong hanyalah sebuah kata yang tidak memiliki makna, tetapi kata menolong itu sendiri akan bermakna ketika kita membantu secara  nyata pada kaum marhaenisme,” pungkasnya. (ion)

Komentar