Kembali, Anak-Anak TB Hamu Wangu Dapatkan Donasi Buku Bacaan

oleh -69 views
Donasi Buku

Waingapu. Com – Pasca pemberitaan dan publikasi via medii massa mainstream juga lewat media sosial seputar spirit anak-anak Kelurahan Mauliru, Lambanapu dan Maulumbi, untuk meningkatkan kemampuan membaca, berhitung dan memperkaya pengetahuannya,donasi atau bantuan kembali datang. Taman Bacaan (TB) Hamu Wangu yang terletak di Kampung Marada, Kelurahan Lambanapu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT , yang mengasuh hampir seratusan anak kembali menyentuh kalbu PT. Teratai – Waingapu dan relasi.

Ratusan buku bacaan dalam kemasan setengah lusin dos aneka ukuran, pekan lalu diserahkan pada anak – anak yang spiritnya jauh lebih besar dari rasa takkut akan banjir bahkan ancaman buaya yang menghuni sungai yang harus mereka sebrangi. Raymond Yonathan, duta dari PT. Teratai, datang langsung untuk menyerahkan donasi. Selain buku-buku bacaannya semasa kecil dan remaja, juga buku-buku yang disumbangkan oleh relasinya dari Surabaya dan Jakarta diserahkan bersama semua barang kebutuhan TB Hamu Wangu lainnya.

Donasi Buku

“Berawal dari pemikiran sederhana saja sejak pertama kali saya kasih buku bacaan ke sini, ini memang kali kedua saya donasikan buku, saya hanya berpikir daripada buku-buku saya ini hanya tersimpan dan tidak ada yang baca, lebih baik saya berikan kepada mereka yang butuh bacaan,” jelas Raymond kepada media ini, pasca penyerahan donasi buku kala itu.

Lebih jauh kata Raymond yang juga memberikan donasi terpal dan juga makanan dan minuman instant itu menjelaskan, hatinya terketuk kala pertama kali menyerahkan donasi secara langsung. “Saya awalnya yaa kasih saja buku, bisa saya kirim atau titipkan, namun saat menyerahkan secara langsung, hati saya kian tersentuh, pasalnya saya lihat langsung kondisi keterbatasan mereka, juga spirit anak-anak di sini. Mereka tetap semnagat walau keterbatasan, merekalah generasi masa depan Sumba, kalau mereka tidak dipersiapakn kualitasnya dengan baik dimasa kini, apa jadinya Sumba di masa datang,” urai Raymond.

Donasi Buku

Donasi buku yang diberikan Rayond kala itu, merupakan kumpulan dari buku bacaan miliknya dan keluarganya, juga diakuinya meerupakan sumbangan dari dua keluarga relasi keluarganya. “Jadi selain dari saya juga ada donasi buku dari ibu Jenny Handaja dari Surabaya dan saudara Michael Tonggi Situmorang,” imbuh Raymond.

“Kalau kemarin-kemarin kadang satu buku di baca oleh tiga sampai empat orang.Ini sekarang sudah tidak lagi, saya mau baca buku, tinggal saya pilih. Terima kasih untuk bantuan om dan kakak-kakak,” tanggap Aurel, seorang anak yangditemui kala itu pasca secara simbolis mewakili teman-temannya menerima buku bacaan.

“Pak lihat sendiri kondisi kami di sini, anak-anak di sini. Tentunya bantuan ini akans angat berarti bagi taman bacaan ini. Bantuan ini tentu akan turut memelihara spirit anak-anak juga kami pengasuh dan relawan untuk membekali ilmu dan pengetahuan bagi anak-anak, generasi Sumba dan juga bangsa Indonesia ini ke depannya,” jelas Fenny Karanja Lokat, pengasuh Taman Bacaan didampingi Yusnia Susanti Udju, Jenny Parera, dua mahasiswi Universitas Kristen Arta Wacana – Waingapu yang magang dan menjadi relawan bagi taman bacaan yang usianya baru seumuran jagung itu. (ion)

Komentar