Ketika Golkar Membuka Jalan bagi Kaum Marjinal: Disabilitas Sumba Timur Dapat Ruang di Pasar Murah

oleh
Ketua Harian Partai Golkar Sumba Timur, Ali Oemar Fadaq dan Ketua Fraksi Partai Golkar, Ayub Tay Paranda, menyerahkan bingkisan paket Sembako pada kaum disabilitas yang awalnya datang untuk berbelanja di Pasar Murah HUT Partai Golkar-Foto Kolase: istimewa/Waingapu.Com

Waingapu.Com-Mereka yang selama ini berjalan di sisi sunyi atau marjinal akhirnya menemukan ruang. Di tengah hiruk pikuk perayaan HUT ke-61 Partai Golkar, penyandang disabilitas di Kabupaten Sumba Timur mendapat kesempatan langka: akses khusus menuju pasar murah partai berlambang pohon beringin itu.

Kisahnya bermula dari udara, tepatnya dari siaran langsung Radio Max FM Waingapu yang menyiarkan rangkaian HUT Golkar ke-61. Dalam sesi interaktif, beberapa penyandang disabilitas menyampaikan harapan sederhana agar bisa ikut menikmati pasar murah yang diadakan partai.

Respons cepat datang dari Ketua Panitia, Ali Oemar Fadaq. Tanpa menunggu lama, ia memerintahkan panitia menyiapkan jalur akses ramah disabilitas di lokasi kegiatan.
“Golkar hadir untuk semua. Tidak ada yang dikecualikan. Aspirasi masyarakat, termasuk penyandang disabilitas, wajib kami dengarkan,” tegas Ali yang juga Wakil Ketua DPRD Sumba Timur.

Ia menambahkan, tindakan kecil seperti menyediakan akses khusus adalah wujud konkret nilai Golkar yang menempatkan rakyat di atas segalanya.
“Suara rakyat adalah suara Tuhan. Kami ingin buktikan bahwa politik bukan hanya janji, tapi kerja kemanusiaan,” ujarnya.

Saat hari pelaksanaan tiba, suasana pasar murah berubah haru. Penyandang disabilitas datang dengan pendamping, disambut panitia dan relawan Golkar. Mereka berjalan di jalur khusus yang disediakan, dengan senyum yang nyaris tak pernah lepas dari wajah mereka.

Kejutan terjadi saat panitia mengumumkan bahwa seluruh penyandang disabilitas yang hadir akan menerima paket sembako gratis.
“Kami datang untuk membeli, tapi ternyata semua diberikan cuma-cuma,” kata Robert Riwu, Ketua Pertuni Sumba Timur, terharu. “Ini bukan sekadar bantuan, tapi pengakuan bahwa kami juga bagian dari masyarakat.”

Sementara itu, Karel, anggota Pertuni lainnya, menuturkan rasa syukurnya.
“Ini pertama kalinya kami ikut pasar murah dan merasa begitu dihargai. Semoga Partai Golkar terus peduli pada kami,” katanya dengan mata berbinar.

Momen itu menjadi bukti kecil tentang politik yang hadir di jalan kemanusiaan. Di tengah kegiatan besar partai, Golkar Sumba Timur memilih langkah yang mungkin sederhana, tapi bermakna bagi mereka yang sering terlewat dari sorotan.

Selain pasar murah, rangkaian HUT ke-61 Partai Golkar juga diisi kegiatan sosial seperti jalan sehat, lomba lari 10K, lomba dance, baris-berbaris, serta pemeriksaan kesehatan gratis untuk masyarakat umum.

Dan di antara semua sorotan itu, langkah kecil membuka jalan bagi kaum sunyi menjadi gema yang paling meninggalkan kesan.(wyn)

Komentar