Mengenang Argha,  ASN Kritis & Humoris yang Berpulang dalam Kedamaian

oleh -721 views
Abu Bakar Bin Abdul Wahab

Waingapu.Com – Maaf, adalah kata yang paling pas untuk saya mengawali tulisan sederhana ini untukmu teman Abu Bakar Bin Abdul Wahab yang biasa saya dan kawan-kawan lainnya menyapamu dengan Argha. Betapa tidak, informasi tentang kepergianmu justru baru benar-benar bisa diterima nalar saya saat sedang suntuk-suntuknya menunggu jadwal penerbangan dari bandara Soekarno – Hatta, Cengkareng, Jumat (01/04/2022) lalu menuju Bandara Ngurah Rai –  Bali untuk selanjutnya pulang ke Waingapu. Pribadi yang biasanya penuh canda dengan kawan dan teman, baik di dunia nyata dan maya itu ternyata benar-benar pergi memenuhi panggilan Ilahi Sang Penentu Kehidupan dan Kematian itu, sehari sebelumnya (31/03/2022) lalu, dan tidak sempat saya layati.

Berkawan denganmu sebenarnya telah lama, bahkan sebelum dirimu dengan gagah namun tetap rendah hati berseragam keki maupun Korpri sebagai seorang Aparatur Sipil Negara (ASN). Pertemananmu dengan mendiang adik saya, sebagai sesama sopir bemo (angkot) lampu tiga puluhan tahun silam membuat kita beberapa kali bertemu. 

Baca Juga:  Tiga Tahap, Masker Merah Putih GEMAS Dibagikan SFC Sumba Timur

Perjuanganmu, totalitasmu ketika menjadi pegawai honorer, lalu kemudian menjadi ASN dan bahkan menyelesaikan studi Strata Satu (S-1)  mu, layak menginspirasi siapapun rekan – rekanmu yang pernah sama-sama bergelimang keringat, oli dan debu kala masih menjadi sopir bemo silam.

Kita pernah bersama berbagi asap tembakau, menikmati pekatya kopi bersama, juga berdiskusi  tentang ragam hal. Kesan saya padamu kawan, seragam ASN, serta NIP yang kau kenakan dan sandang tidak lantas membuatmu menjadi hilang kejelian terhadap ragam persoalan yang harus dikritisi dan dibenahi, sekalipun itu berkaitan dengan kinerja pemerintahan negara dan daerah. 

Sikap kritismu tentang penebangan liar, pembakaran padang, tidak sebatas lontaran kata dan kalimat, namun juga diimbangi dengan tindakan nyata berupa penghijauan dan pembagian anakan aneka tanaman pada siapapun kawanmu yang peduli pada kelestarian lingkungan. Kegeramanmu tentang penyaluran bantuan dan fasilitas yang diberikan pemerintah yang tidak tepat sasaran yang kau cermati, dinfokan pada saya lengkap dengan foto, video dan narasinya.  Ancaman dan praktek perusakan terumbu karang dan habitat laut dan pesisir, dikau sampaikan dengan detil waktu, foto dan video,yang kemudian bisa menyuarakan kegeraman dan asamu kawan. 

Baca Juga:  Catatan Pertama: Penghargaan Wai Humba, Kuta Angu Lulu, Winu Angu Helu

Kepergianmu kawan tak ayal membawa duka bagi keluarga, sahabat, kawan dan kenalanmu. Namun harus diakui ada ‘legacy’ yang dikau tinggalkan. Kerendahan hati dan sikap kritis, juga kepedulianmu tak hanya sebatas kata pemanis. Namun kau realisasikan dalam keseharianmu. Sikap dan sifatmu kawanku ‘Argha Nyiur Melambai’ demikian namamu di buku teleponku dan juga akun FB –  mu, tetap akan optimal saya dan kawan lainnya menyimpannya dalam hati. 

Doa terbaik bagi jiwamu yang menghadap Ilahi, dan ketabahan bagi keluarga yang ditinggal, dengan penuh kerendahan hati saya ucapkan. Kata dan kalimat sederhana yang terangkai dalam tulisan ini, kiranya bisa menjadi kembang penabur pusaramu yang tidak sempat saya datangi kawan. Dikau telah berpulang dalam kedamaian, bahkan sebelum khabar duka itu merebak, kau masih sempat menulisakn kritikan dan harapan dengan kata dan kalimat khasmu di akun FB – mu kawan. Tenanglah di alam sana kawan. (dion. umbu ana lodu)

Baca Juga:  Dalam Keterbatasan, Santi & Shinta Kembar Hyrdocephalus Dirawat

Komentar