Paroki MBSM – Waingapu Rayakan Natal Dalam Keheningan & Bangku Kosong

oleh -98 views
Romo Jack

Waingapu.Com – Pandemik Covid-19 yang menglobal berdampak ke semua lini kehidupan masyarakat. Hari Raya Natal 2020 yang biasanya meriah harus dirayakan dalam penuh keheningan. Kursi atau bangku gereja yang biasanya padat akan menjadi kosong. Merayakan Natal dalam keheningan, adalah konsep yang dilaksanakan oleh Pimpinan dan umat Paroki Bunda Maria Selalu Menolong (MBSM) di Kelurahan Kambadjawa, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT.

“Natal tahun ini dirayakan dalam keheningan. Misa dan Ekaristi nanti hanya diikuti oleh Imam dan orang-orang didalam komunitas pastoran saja. Umat hanya ikuti melalui live streaming atau virtual saja,” ungkap RD. Yakobus Lodo Mema, Pastor yang juga pimpinan Paroki MBSM, pada wartawan yang menemuinya di pastoran, Kamis (24/12) pagi lalu.

Baca Juga:  Rapid Test Anggota Satgas Covid 19 Sumba Timur, Dua Orang Reaktif Positif

Rasa sedih dan haru karena harus lakukan hal yang tidak biasanya, diakui Romo Jack, demikian Pastor Paroki MBSM itu disapa, sudah pasti akan dihadapi. Namun semua harus dilakukan demi kepentingan lebih luas.

“Memang sebagai Imam saya sedih, kita merayakan Ekaristi Perayaan Natal dengan menghadap bangku yang kosong. Tapi itu mungkin pilihan yang terbaik dalam rangka membatasi penyebaran Covid-19. Karena memang sekarang bukan lagi sebatas pelaku perjalanan saja yang jadi perhatian kita saja, namun kini sudah menjadi transmisi lokal,” urai Romo Jack.

Diakuinya, ada juga yang menyarankan untuk tetap merayakan misa seperti lazimnya dengan tetap menjaga jarak dan penerapan protokol kesehatan ketat. Namun kata dia, yang terbaik bagi umat Paroki MBSM adalah merayakan Natal dan Tahun baru secara bersama namun tidak dalam satu tempat atau ruangan dan tetap dalam kesunyian.

Baca Juga:  Satgas Covid-19 Lakukan Tracing, Pasca Kaburnya Pasien dari Isolasi RSUD-URM

“Dari pada kita harus bernafsu dalam tanda kutip untuk rayakan Ekaristi dan Natal lalu sesudahnya justru meluas perkembangan dan penyebarannya, akhirnya keputusan untuk rayakan Natal dan Tahun baru dalam kesunyian adalah yang paling ideal. Karena jika dipaksakan untuk dilaksanakan bersama dengan jaga jarak atau perbanyak kursi, sulit untuk kami di paroki ini yang memang sedang membangun,” paparnya.

Langkah untuk merayakan Natal dan tahun baru tidak dengan mengkonsentrasikan umat pada satu tempat atau ruangan, diakui Romo Jack, juga mengaminkan Perintah Uskup. “Jadi Paroki MBSM Kambadjawa tegas untuk rayakan Natal dalam kesunyian dan keheningan, umat mengikuti ibadah seraya virtual,” pungkasnya. (ion)

Komentar