Pramuka SMANTIG Waingapu Tanam Mangrove Di Pada Dita

oleh -2 views
Siswa SMA N 3 Waingapu Menanam Manggrove

Waingapu.Com – Setelah pekan sebelumnya ratusan siswa dan siswi jurusan Bahasa, SMA Negeri 03 (SMANTIG) Waingapu melakukan aksi simpatik menanam Mangrove, Sabtu (23/03) sore lalu, di lokasi yang sama, yakni di pantai Pada Dita, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT, siswa/i anggota Pramuka gelar aksi serupa. Ratusan anakan mangrove (bakau) dengan penuh sukacita berhasil ditanam oleh mereka dengan dampingan para guru pembina.

“Ini kegiatan mencintai alam dan lingkungan yang kesekian yang kami lakukan, sebelumnya pekan lalu kami juga tanam mangrove di sini, dari anak – anak jurusan bahasa. Sekrang anggota Pramuka kembali lagi ke sini. Kalau di lingkungan sekolah, kami juga tanam cendana, dan syukur sudah banyak yang tumbuh dengan baik, selain itu kami juga tanam kelor guna mendukung program pak Gubernur NTT,” ungkap Melkianus Nggaba Ngunjurawa, Kepala Sekolah (Kasek) SMANTIG Waingapu, kepada wartawan.

Siswa SMA N 3 Waingapu Menanam Manggrove

Direktur Yayasan Komunitas Radio Max FM Waingapu, Heinrich Dengi yang menjadi pendukung kegiatan ini bersama Life Jepang, usai penanaman mangrove mengatakan, kegiatan ini memang terus digalakan pihaknya untuk dilakukan. “Kami tidak akan bosan – bosan tanam bakau, lalau memantau dan merawatnya. Di tempat ini dulunya banyak bakaunya, namun dipotong dan dirusakan oleh tangan – tangan jahil. Jadi ini upaya untuk mengembalikan kondisi ini lebih aman dan nyaman bagi tumbuh kembangnnya biota laut,”ungkapnya.

Tak hanya menanam lalu melepas mangrove ini tumbuh begitu saja, secara kontinyu, demikian Heinrich menjelaskan, ia bersama keluarga juga karyawan memantaunya. “Anak – anak SMANTIG juga tentu punya niatan dilubuk hatinya, apa yang dia tanam hari ini bisa tumbuh subur. Jadi mereka tentu akan memantaunya juga dengan caranya sendiri,” timpalnya.

Terpantau wartawan kala itu, anggota Pramuka nampak dengan sukaria, bercanda tawa beraama, sembari tangan mereka menenteng anakan mangrove, kemudian menggali lubang, dan menanam bakau. Anak – anak jurusan Bahasa dan anggota Pramuka SMANTIG Waingapu sudah tunjukan peduli dan aksi nyata, kedepan siapa lagi? (ion)

Komentar