Waingapu.Com-Kompleks Yonif Teritorial Pembangunan 876 Palatana di Wanga, Kecamatan Umalulu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, tampak lebih hangat dari biasanya, Senin (2/3/2026) petang lalu. Sebanyak 600 personel TNI AD mengikuti program buka puasa bersama yang digelar internal satuan.
Di tengah dinamika tugas teritorial dan pembinaan wilayah, prajurit diberi ruang untuk memperkuat sisi spiritual. Ramadhan menjadi momentum refleksi bagi mereka yang setiap hari ditempa disiplin dan loyalitas.
Komandan Batalyon, Letkol Inf. Arief Candra Gunawan, menilai bahwa pembinaan mental dan rohani adalah bagian penting dari kekuatan satuan.
“Kegiatan ini sangat berarti bagi kami yang ada di markas ini, sebagai momen peningkatan keimanan dan sekaligus medium untuk belajar agama,” ujarnya.
Menurutnya, solidaritas prajurit tidak hanya dibangun melalui latihan fisik dan strategi militer, tetapi juga melalui kebersamaan yang lahir dari nilai-nilai spiritual.
“Solidaritas sesama prajurit dalam pengabdian harus terus dijaga. Kita merawat NKRI harga mati bukan hanya dengan senjata, tetapi juga dengan hati,” tambahnya.
Kegiatan ini menghadirkan Komisioner KPU Sumba Timur, Syarifudin, sebagai penceramah dan imam salat. Ceramahnya memberi perspektif baru tentang relasi pertahanan dan demokrasi.
Syarifudin mengatakan dalam ceramahnya, jika Tentara Nasional Indonesia sebagai Penjaga NKRI Harga Mati, maka KPU di bidang kepemiluan adalah Penjaga dan perawat Demokrasi yang juga harga mati. Kekuatan TNI tidaklah berdiri tegak tanpa adanya kualitas demokrasi yang baik. Hal inilah yang menjadi titik temunya antara TNI dan KPU yang mungkin semua orang belum mengetahui.
Usai berbuka, prajurit melaksanakan salat berjamaah hingga Witir. Suasana khusyuk menyelimuti markas yang biasanya riuh aktivitas militer.
Kehadiran unsur KPU dan Majelis Taklim markas memperlihatkan bahwa TNI AD di Sumba Timur terus membangun pendekatan humanis dalam bingkai teritorial pembangunan.
Ramadhan di markas Yonif 876 Palatana bukan sekadar ibadah rutin, melainkan investasi moral bagi prajurit yang setiap saat siap menjaga perbatasan nilai dan kedaulatan negara.(ped)







