Kupang, Waingapu.Com-Suasana Desa Nekbaun, Kecamatan Amarasi Barat, berubah cemas setelah Yohanis Bureni (81) tak kunjung pulang dari kebun sejak Minggu (1/3/2026). Lansia asal Desa Merbaun itu kini dalam pencarian intensif Tim SAR gabungan.
Korban diketahui pergi ke kebun sekitar pukul 09.00 WITA. Dua jam kemudian, seorang warga melihatnya berada di sekitar Jembatan Totgom. Sejak saat itu, keberadaannya tidak lagi diketahui.
Keluarga yang panik segera melakukan pencarian secara mandiri bersama warga setempat. Namun hingga Rabu (4/3/2026) pagi, upaya tersebut tidak membuahkan hasil.
Laporan resmi kemudian disampaikan ke Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang pada pukul 07.45 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Tim Rescue langsung bergerak.
“Kami menerima laporan satu orang belum kembali dari kebun dan diduga berada di sekitar sungai. Tim langsung kami kerahkan ke lokasi,” ujar pihak Kantor Pencarian dan Pertolongan Kupang.
Sebanyak 9 personel diterjunkan menggunakan dua kendaraan rescue dengan membawa perlengkapan pencarian. Area yang disisir meliputi jalur kebun, semak-semak, hingga bantaran sungai.
Hingga pukul 17.20 WITA, hasil pencarian hari pertama operasi SAR masih nihil. Meski demikian, tim memastikan operasi akan terus dilanjutkan.
“Operasi SAR akan kami lanjutkan besok pagi dengan melibatkan unsur SAR gabungan,” tegasnya.
Kasus hilangnya Yohanis Bureni menambah daftar operasi pencarian orang hilang di wilayah Kabupaten Kupang, khususnya di kawasan kebun dan aliran sungai Amarasi Barat yang dikenal memiliki kontur cukup terjal.(wyn)







