Slankers & Slanky Sumba Timur, Telah Salurkan Aneka Bantuan untuk Korban Badai Seroja

oleh -80 views
Bantuan Bencana

Waingapu.Com – Sejumlah Slankers dan Slanky (istilah untuk penggemar group Band Slank) yang tergabung dalam Slank Fans Club (SFC) Sumba Timur (Sumtim) – NTT, tidak tinggal diam usai terjadinya bencana dampak dari siklon tropis Seroja. Bencana yang terjadi sejak Minggu (04/04) hingga Selasa (06/04) lalu itu memang meluluhlantakan sejumlah wilayah. Dalam segala keterbatasannya, SFC Sumtim menggalang donasi dan selanjutnya menyalurkan kepada para korban terdampak bencana.

Spontanitas yang terbangun dilandasi oleh semangat Peace, Love, Unity and Respect (PLUR) itu mendapatkan sambutan positif dari para donasi baik yang berasal dari Sumtim sendiri maupun dari luar daerah. Demikian diungkapkan oleh Hendri Heni alias Ephooz, yang terpanggil untuk mengkoordinir para Slankers dan Slanky dalam menggalang donasi juga menyalurkan pada para korban.

Slanker dan Slanky

“Kami salurkan bantuan kepada para korban tidak hanya sebatas pada sembako saja. Namun juga kami cermati hal lainnya yangjuga sangat dibutuhkan. Pasca banjir dan badai lalu, banyak warga yang kawasan pemukimannya justru rentan dengan serangan nayamuk malaria dan juga mungkin demam berdarah, sehingga kami donasikan kelambu,” jelas Ephooz yang dihubungi via gawainya, Rabu (21/04) malam lalu.

Baca Juga:  Satu Warga Hilang Saat Memancing, Tim SAR Waingapu Masih Lakukan Pencarian

Pasca terjangan bencana Seroja lalu, sejumlah wilayah di Sumtim juga dihadapkan pada padamnya aliran listrik. Merespon kondisi itu, SFC Sumtim menggunakan dana donasi yang diperoleh untuk membeli dan membagikan lampu charge listrik juga tenaga surya.

“Pembagian lampu emergency diantaranya kami lakukan di area Kambaniru, Mbulung, Mauliru, juga Kaiku di belakang Bandara UMK, Kami juga salurkan bantuan lampu serupa di Kecamatan Wulla Waijellu. Total 110 unit lampu terbagi, kami gunakan dana dari donasi yang terkumpul . Donasi itu diberikan oleh Rambu Chiko di Kalu yang kebanyakan berasal dari luar Sumba,” urai Ephooz.

Narmy Naya, Slanky yang juga menjabat Bendahara SFC Sumtim, yang juga dihubungi media ini menjelaskan, untuk donasi berupa Sembako, lokasi yang telah tersalurkan yakni di Dapur umum GKS dan Kantor Kelurahan Prailiu lama. Sementara untuk Sembako plus susu balita, snack balita, pakaian layak pakai, minyak telon, popok bayi, pembalut wanita, terpal, karpet, disalurkan pada warga terdampak di di desa Kiritana, dusun Laihiding, posko pengungsian kantor lurah Lambanapu, posko pengungsian GKS Mauliru, posko pengungsian SMPN 04 Mauliru, posko pengungsian GKS Lambanapu ranting Tenau dan tempat pengungsian di rumah warga area lampu 3 (tiga) Kelurahan Mauhau.

Baca Juga:  Hadirkan Secercah Tawa Ditengah Bencana dengan Ekspedisi Seroja di Pulau Sumba

Baik Ephooz maupun Narmy, mewakili solidaritas anggota SFC lainnya menyatakan donasi yang belum tersalurkan masih ada. Namun untuk sementara penyaluran dihentikan, karena menghormati Perpanjangan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) yang dikeluarkan pemerintah, dalam kaitan dengan kembali meningkatnya kasus Covid-19.

“Kami terkahir lakukan pembagian kamis (14/04) lalu. Kita masih punya stock pakaian layak pakai satu karung dan masih akan datang lagi dari Bali. Nanti kami masih melihat sikon untuk penyaluran lebih lanjut dan untuk itu kami tetap menunggu petunjuk dari Ketua, Sekretaris juga Penasehat SFC,” tandas Ephooz.

Dalam sebuah kesempatan melihat dari dekat penyaluran donasi SFC Sumtim, beberapa kali terdengan lantunan lagu berjudul Anak Malam, yang cukup populer dikalangan para penggemarnya. Lagu ini sepertinya menjadi salah satu lagu wajib para Slankers ketika berada di dalam mobil maupun didengar di sela-sela pembagian donasi.

Baca Juga:  Jelang Matahari Terbenam, Jazad Ferry Akhirnya Ditemukan di Pantai Laipori

Ku baru keluar malam,

Setelah sunset tenggelam
Ku selalu keluar malam
Waktu langit mulai menghitam

Siang terlalu terang
Dan mataku nggak senang

Sarapannya tengah malam
Breakfast, dinner sekaligus lunch
Belajarnya malam-malam
Nongkrong di warung 24 jam
Siang terlalu panas
Aku terlalu malas

Kami memang anak malam
Nggak punya pekerjaan
Maklum cuma penggangguran
Belum dapat pengakuan

Malu keluar siang
Ketemu banyak orang

Pengen jadi seniman
Genjrang-genjreng nggak karuan
Nggak ada yang kesampaian
Malah dapat maki dan omelan

Siang sangatlah panas
Takut bikin beringas

Cuma di waktu malam
Orang pada merem dan diam
Cuma di saat malam
Hatiku jadi tentram

Siang terlalu ramai
Aku jadi nggak santai. (ion)

Komentar