Sumba Timur Jadi Pilot Project Kajian Penurunan Angka Kemiskinan Ekstrim

oleh
oleh
Created with GIMP

Waingapu.Com – Kabupaten Sumba Timur menjadi Pilot Projet Pemerintah pusat untuk mengkaji penurunan angka kemiskinan ekstrim. Hal itu dikarenakan keberhasilan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) dan masyarakat dari ragam elemen saling bersinergi. Hal itu diungkapkan Bupati Sumba Timur Khristofel Praing dalam sambutannya dalam acara tatap muka Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma, Selasa (14/11/2023) siang lalu.

Dalam acara yang dihadiri oleh unsur Forkopimda, Tokoh Masyarakat, Adat dan Agama, Pemuda, Perempuan dan pimpinan OPD itu Bupati Khristofel Praing menguraikan penurunan angka kemiskinan ekstrim sebanyak 4,74 poin.

Created with GIMP

“Penurunan kemiskinan ekstrim sebanyak 4,74 poin dimana dari yang sebelumnya 15,14 turun menjadi  10,4 persen pada tahun 2022. Dan karena itu Sumba Timur mendapatkan perhatian pemerintah pusat dalam hal melakukan kajian untuk mengetahui mengapa terjadi penurunan secara siginifikan,” urai Khristofel Praing disambut aplaus hadirin saat itu. 

Pada tempat yang sama, Bupati Khristofel juga menyatakan berdasarkan hasil kajian pemerintah pusat, mudah –mudahan pada akhir tahun 2023 Kabupaten Sumba Timur keluar dari kategori daerah tertinggal. Sejumlah keberhaslan lainnya juga dipaparkan oleh Bupati dihadapan Kapolda NTT yang menyimaknya dengan seksama itu.

Baca Juga:  Tenaga Vaksinator Siaga, Nakes di Sumba Timur Wajib di Vaksin

Beberapa hal positif yang dipaparkan Bupati Sumba Timur diantaranya di bulan Maret 2023 menjadi daerah Pengendali Inflasi Terbaik Pertama Se-Indonesia 3,5% (dibawah Standar Nasional 5,47 %), memperoleh Penghargaan Daerah Inovatif atau Innovative Government Award (IGA) 2 kali berturut- berturut Tahun 2021 dan 2022 sebagai Daerah Terinovasi Peringkat 1 dari 61 Daerah tertinggal, 5 tahun berturut-turut memperoleh Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

Created with GIMP

Selain itu juga berhasil menurunkan Prevalensi Stunting dari 19,1 % Tahun 2021 menjadi 14,9 % di Tahun 2022 (-4,2%). Dan untuk kondisi terakhir Agustus 2023 menjadi 11,8% 8. Juga berhasil melakukan Gerakan Pengendalian Serentak Belalang Kembara (Locusta migratoria) Secara Gotong Royong di Wilayah Sumba Timur, pada tanggal 6 Februari 2023 yang lalu. Dimana gerakan itu, dikatakan Bupati Sumba Timur berhasil menangkap 21 ton belalang yang ditukarkan dengan 11,5 ton beras bagi masyarakat. 

Baca Juga:  KPK Beri Paku Integritas pada KPU dan Bawaslu untuk Penguatan Sektor Politik

Hal yang juga perlu menjadi kebanggan kata Bupati adalah tingginya budaya kasih dan toleransi beragama. Yang mana diwujudkan salah satunya dengan menyelenggarakan turnamen sepak bola Antar Umat Beragama se daratan Sumba yang pada tahun 2023 dan merupakan turnamen ke-21. Dan pelaksanaannya sejak 1 November lalu dan hingga kini masih bergulir dengan 34 tim peserta.

Kapolda NTT Irjen Pol Johni Asadoma dalam sambutan dan arahan mengapresiasi sejumlah hal posotif yang diraih oleh Pemkab dan seluruh masyarakat. Namun ia juga memberikan catatan terkait masih banyaknya kasus penganiayaan dan pengeroyokan berlatar belakan konsumsi miras tak terkendali. Selain itu kasus KDRT, pencurian dan pencabulan di bawah umur juga cukup tinggi.

Baca Juga:  TNI Bantu Penertiban PKL di Wilayah Binaan dengan Humanis

“ Masih adanya beberapa kasus kriminal yang tergolong tinggi itu, karenanya saya berharap peran tokoh agama dapat memberikan himbauan dan pencerahan untuk dapat menghindari perbuatan-perbuatan tercela tersebut karena tentu selain berdampak hukum juga tidak mencerminkan manusia beragam dan berbudaya,”tandas Johni Asadoma.

Selain itu Johni Asadoma juga mengatakan masih tingginya kejadian laka lantas karena kurang kesadaran warga untuk berlalulintas dengan aman dan tidak melanggar peraturan lalu lintas. Peran orang tua, juga para tokoh masyarakat sebutnya menjadi hal yang perlu ditingkatkan. 

Kapola NTT juga menekankan pentingnya menjaga lahan pertanian untuk tidak beralih fungsi. Juga terus berupaya meningkatkan produksi pertanian sehingga tidak terlalu banyak tergantung pada daerah lain namun justru sebaliknya bisa memasok ke daerah lain. (ion) 

Komentar