Warga Sumba Timur Cenderung Lalai & Euforia Berlebih Saat Zona Hijau Covid-19

oleh
Jonker Telnoni

Waingapu.Com – Hampir dua bulan berada dalam zonasi hijau sebaran Covid-19, Kabupaten Sumba Timur harus ‘legowo’ berlabel zona merah. Merujuk data Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 setempat, hingga Senin (07/02) petang, sebanyak 64 warga harus jalani perawatan dengan isolasi terpusat dan mandiri karena terpapar Covid-19.

Warga cenderung lalai dan sempat euforia berlebih saat berada dalam zona hijau, disebut punya andil hadir dan menyebarnya virus corona. Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Pembertantasan Penyakit, Dinas Kesehatan Sumba Timur, Jonker Telnoni pada media ini, di ruang kerjanya mengungkapkan hal itu.

Kasus Covid-19

“Saat kita zona hijau lalu, kita tetapkan lakukan rapid, kita tetap screening, dan memang nihil di semua faskes yang ada. Kita sebagai warga mungkin lalai, gembira dan euforia berlebih yang pada akhirnya prokes itu kurang dapat perhatian dan tidak optimal dijalankan oleh kita semua,” jelas Jonker.

Baca Juga:  Material Plat Nopol dan Blangko BPKB Kosong

Kembali muncul dan menyebarnya Covid-19 di Sumba Timur, urai Jonker lebih jauh, harus pula jadi warning bagi warga di segala elemen untuk menerapkan prokes secara benar dan ketat dalam kegiatan keseharian. “Cuci tangan sesering mungkin, jaga jarak aman, gunakan masker dan juga hindari kerumunan yang rentan tidak menerapkan prokes, harus kembali kita galakan dan terapkan,” tandasnya.

Jonker juga menegaskan, pentingya vaksin bagi warga. Vaksinasi lengkap dua kali dan bahkan booster atau tiga kali, akan tetap bermanfaat. Karena sebut dia, warga yang tervaksin sekalipun tetap berpotensi terpapar Covid-19, namun dampak yang ditimbulkan tidak seberat atau lebih ringan dari warga yang tidak divaksin ataupun belum lengkap tervaksinasi.

Baca Juga:  Satu Perawat Positif Covid-19, Puluhan Nakes Sumba Timur Dikarantina

“Vaksin memang tidak lantas buat warga bebas dari Covid-19, namun resiko fatal bagi yang telah tervaksinasi lengkap jika terkena Covid-19 bisa lebih dihindari. Karena itu harus tetap vaksin, dan bagi yang vaksin tetap pula terapkan prokes. Karena kalau yang vaksin tejangkit Covid, tetap punya potensi menularkan bagi yang belum divaksin dan juga yang belum tervaksinasi lengkap. Hingga kini, penerapan prokes juga vaksin masih menjadi solusi utama untuk menghadapi pandemi Covid-19 ini,” paparnya.

Masih merujuk data yang sama dari Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumba Timur, Kecamatan Kambera dan Kota Waingapu, menjadi dua wilayah yang paling banyak warganya terpapar Covid-19. Dari total 64 kasus, sebanyak 51 kasus jalani isolasi mandiri, 3 kasus jalani perawatan/ isolasi terpusat di RSUD Umbu Rara Meha dan 10 Kasus lainnya di penginapan bapak Daud, di Kelurahan Kambadjawa, Kota Waingapu. (ion)

Baca Juga:  Polres Sumba Timur Bagi Takjil & Buka Puasa Bersama Warga

Komentar