1.800 Kacamata, Pupuk, hingga Token Listrik: Deretan Bantuan HUT NTT yang juga Mengalir ke Sumba Timur

oleh
Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali hadiri kegiatan layanan kesehatan di Posyandu Tumbuh Ceria-Mauliru dalam rangka memeriahkan HUT NTT-Foto: Prokopim Sumba Timur

Waingapu.Com-Perayaan HUT NTT tahun ini kembali membawa angin segar bagi warga Sumba Timur. Melalui kegiatan Pelayanan Kesehatan Terpadu di Mauliru, ribuan bantuan dari Kementerian Seruni dan berbagai lembaga resmi mulai disalurkan secara serentak, Senin (9/12/2025).

Kegiatan pelayanan kesehatan digelar di Posyandu Tumbuh Ceria, berkolaborasi antara Dinas Kesehatan Sumba Timur dan Tim Penggerak PKK. Acara ini dihadiri langsung oleh Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali, staf pemda, serta masyarakat sekitar.

Dalam sambutannya yang disampaikan via Zoom, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena menekankan bahwa bantuan tahun ini difokuskan pada kebutuhan riil masyarakat. “Semua dukungan ini dihadirkan untuk memperkuat keluarga, meningkatkan produktivitas, dan mengurangi beban hidup warga NTT,” ujarnya.

Bantuan yang diberikan mencakup 1.800 kacamata gratis, sembako untuk warga prasejahtera, pupuk satu ton dari koperasi, bantuan token listrik PLN, hingga peresmian sarana air bersih. Program PKK Fresh Mart juga resmi diluncurkan untuk menghidupkan ekonomi rumah tangga.

Ketua PKK NTT menyebut program Fresh Mart menjadi langkah awal mendorong UMKM perempuan. “Kami ingin produk rumah tangga ibu-ibu di NTT bisa menembus pasar global. Ini pintu awalnya,” katanya dalam laporan daring.

Selain bantuan barang, kegiatan ini juga menyertakan sejumlah lomba yang digelar PKK se-provinsi untuk menambah semarak perayaan Hari Ibu dan HUT NTT. Tiap kabupaten mengikuti lomba tersebut dari lokasi masing-masing.

Di Posyandu Mauliru, pelayanan imunisasi, donor darah, dan pemeriksaan IVA berlangsung padat sejak pagi. Para petugas tampak melayani warga yang datang dari berbagai wilayah sekitar Waingapu.

Bupati Umbu Lili menyebut kegiatan ini sebagai upaya menunjukkan kehadiran negara di tengah masyarakat. “Pelayanan kesehatan adalah hak dasar. Dan momentum seperti Hari Ibu justru harus dimaknai dengan menghadirkan keberpihakan,” katanya.(wyn)

Komentar