Belalang Kembara Tersebar & Menyerang 22 Kecamatan di Sumba Timur

oleh -143 views
Gidion Mbiliyora

Waingapu.Com – Serangan hama belalang kembara atau Locusta Migratoria hingga kini telah menyebar pada 22 Kecamatan di Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT. Demikian diutarakan Gidion Mbiliyora, Bupati setempat kepada wartawan, Rabu (13/01) siang lalu.

“Sejak bulan April lalu belalang kembara menyerang lahan pertanian. Dan terakhir kian masif dibeberapa kecamatan. Terakhir di Kecamatan Katala Hamu Lindu dan juga Kanatang dan Haharu menginformasikan adanya serangan belalang,” ungkap Gidion yang kala itu ditemui di rumah jabatan Bupati itu.

Sejumlah wilayah, demikian imbuh Gidion sudah bisa dipastikan gagal panen dan juga gagal tanam. “Ada beberapa kecamatan yang padi dan jagung yang ditanam petani bahkan sudah rusak karena belalang. Adapula yang baru mau tanam akhirnya pending dulu, daripada nanti saat tumbuh bibit padi dan jagung bisa diserang belalang,” imbuhnya

Baca Juga:  Bupati Duga Perencanaan, Pemicu Adendum Massal Di Dinas PUPR Sumba Timur

Penanganan teknis dari Dinas Pertanian, kata Gidion juga sudah dilakukan plus mengoptimalkan brigade pembasmi belalang di masing-masing desa dengan melakukan penyemprotan menggunakan pestisida.

“Hanya memang sulitnya, kalau belalang ini lari atau terbang ke padang sabana yang luas dan juga ke hutan-hutan. Sulit terkejar untuk dilakukan penyemprotan, dan sewaktu-waktu dan tanpa diduga bisa datang dalam koloni yang sangat besar menyerang sawah dan kebun petani, seperti yang terjadi beberapa hari lalu di Kecamatan Katala Hamu Lingu,” papar Gidion menjelaskan tantangan yang dihadapi warga dan petugas dalam upaya memerangi hama belalang kembara itu.

Gidion juga memastikan Dinas akan memberikan bantuan benih pengganti kepada warga yang lahannya menjadi korban serangan belalang. Diharapkannya, benih yang diberikan bisa digunakan petani untuk kembali menanam, tentunya juga dibareng harapan agar hama belalang kembar segera berlalu.

Baca Juga:  152.241 DPT PILBUP SUMBA TIMUR

“Kita bantu melalui Dinas Pertanian benih jagung dan juga padi bagi wilayah yang telah gagal panen, semoga masih bisa untuk menanam kembali dan kita harap tidak lagi terserang belalang. Kita juga telah mengirimkan surat dan laporan ke propinsi untuk bisa memberikan bantuan pestisida untuk membasmi belalang juga ulat grayak yang kini mulai juga muncul dan resahkan petani,” urai Gidion. (ion)

Komentar