Belalang Kembara Terus Tebar Prahara, Brigade Pembasmi Pantang Kibar Bendera Putih

oleh
oleh

Waingapu.Com – Serangan Belalang Kembara di Kabupaten Sumba Timur pada sejumlah lahan pertanian warga hingga kini masih menjadi cerita harian. Kecemasan yang ditimbulkan oleh serangga yang juga miliki nama Locusta Migratoria itu hingga kini masih terus meliputi warga terutama yang miliki lahan pertanian yang telah ditanami jagung maupun padi. 

Prahara si Kembara itu boleh jadi telah dan masih akan terus ada. Betapa tidak sepanjang tahun 2022, merujuk data yang dihimpun oleh Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Timur, 102 hektar lahan rusak oleh belalang kembara. Hal itu diungkapkan oleh Nico Pandarangga, selaku Pelaksana Tugas instansi yang berkantor di Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera itu. 

Baca Juga:  Yunus Takandewa: “Perangi Belalang, Tepikan Ego Sektoral!”

Menurut Nico dalam paparannya pada peerwakilan kelompok tani penerima alsintan di Aula Dinas Pertanian dan Tanaman Pangan, Sabtu (31/12/2022) siang lalu, kerusakan paling besara terjadi pada lahan-lahan yang ditanami jagung oleh warga.  Ditegaskan Nico, upaya terus dilakukan warga dan juga seluruh petugas yang tergabung dalam Brigade Pembasmi Belalang. 

“Petugas dari Brigade siang dan malam walau dalam jumlaa yang juga terbatas, tetap berupaya maksimal merespon informasi dari desa dan kecamatan, juga secara proaktif mencari dan melakukan penyemprotan pestisida pada koloni-koloni belalang,” jelasnya.

Penjelasan Nico itu mempertegas bahwasanya serangan belalang kembara yang sering terjadi secaara sporadis tidak lantas membuat seluruh anggota Brigade angkat bendera putih alias menyerah. Namun tentunya, sebut Nico menaruh asa, keterlibatan warga maupun elemen lainnya dalam menyikapi serangan hama belalang adalah hal urgen. Mengatasi hama belalang yang telah cukup lama terjaid ini, perlu diperangi dalam semangat sinergitas ragam komponen di masyarakat. 

Baca Juga:  Nelayan Sumba Timur Dapat Bantuan Kapal Motor Dari KKP

Adapun beberapa wilayah di penghujung tahun 2022 dan di awal tahun 2023 yang melaporkan serangan hama belalang maupun kemunculan koloni belalang dalam jumlah besar diantaranya desa Ndapayami, Kecamatan Kanatang dan desa Tandula Jangga di Kecamatan Nggaha Ori Angu. Selain itu lewat media sosial juga disebutkan koloni belalang dalam jumlah besar ditemui di desa Palanggay, Kecamatan Pahunga Lodu dan Desa Kadumbul, Kecamatan Pandawai. (ion)

Komentar