Tambolaka, Waingapu.Com-Tragedi berdarah yang merenggut satu nyawa di Desa Weepangali, Kecamatan Loura, Kabupaten Sumba Barat Daya (SBD) bermula dari pesta karaoke dan minuman keras di dini hari Tahun Baru 2025.
Kejadian nahas itu berlangsung Kamis (1/1/2026) sekitar pukul 02.00 WITA, di Watu Kariki Deta, dan melibatkan sejumlah pemuda yang saling mengenal.
Menurut laporan kepolisian, korban, pelaku, dan saksi berkumpul di rumah Vinsensius Dowa Riti. Mereka mengonsumsi minuman keras jenis peci sambil bernyanyi karaoke.
Situasi berubah tegang setelah terjadi perselisihan antara Rikardus Umbu Tagu Dedo dan Mardianus Tako. Adu mulut tersebut berakhir dengan pemukulan terhadap Mardianus.
Melihat kejadian itu, Alfonsus Ngongo Laba alias Aldi tersulut emosi. Ia mencabut parang dan menyerang Rikardus secara brutal.
Martinus Pala yang berada di lokasi mencoba membantu korban dengan menyerang pelaku. Namun Alfonsus kembali menyabet Martinus hingga keduanya terluka.
Usai kejadian, Alfonsus dan Mardianus Tako melarikan diri. Rikardus dan Martinus dilarikan untuk mendapatkan pertolongan.
Rikardus Umbu Tagu Dedo akhirnya meninggal dunia akibat luka serius di leher, punggung, dan lengan. Sementara Martinus Pala mengalami luka berat namun selamat.
Tidak berhenti di situ, keluarga korban meluapkan kemarahan dengan membakar rumah pelaku serta sepeda motor milik salah satu saksi.
Kasi Humas Polres Sumba Barat Daya, AKP Bernardus Mbili Kandi, menegaskan polisi telah melakukan langkah-langkah penanganan. “Kami sudah mengamankan TKP, mendata saksi, serta mengamankan terduga pelaku untuk proses hukum,” katanya.
Ia menambahkan, kepolisian mengimbau masyarakat untuk menahan diri dan mempercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada aparat penegak hukum agar situasi tetap kondusif.(tim)







