Diduga Tergulung Gelombang Tinggi, Ferry Hilang Saat Pukat Ikan di Pantai Laipori

oleh -1.361 views
Angin Kencang

Waingapu.Com – Gelombang tinggi yang disebabkan angin kencang yang terjadi, Selasa (30/03) malam lalu, diduga menjadi penyebab hilangnya Ferry Koro, seorang warga Prailiu, Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT. Ferry dinyatakan hilang saat melakukan aktifitas memukat ikan di sekitaran Pantai Laipori, Kecamatan Pandawai, dan hingga Rabu (31/03) siang, proses pencarian masih dilakukan, namun belum membuahkan hasil.

“Jadi semalam kami dapat laporan ada warga yang hilang di Pantai Laipori, saat itu memang angin kencang terjadi. Hingga kini memang belum ditemukan, seorang lainnya atas nama Cornelis Kadja sudah ditemukan di pesisir pantai oleh warga pagi tadi dalam kondisi lemas dan telah dibawa ke Rumah Sakit Lindimara,” jelas Iptu. Maxon Mutu Pabundu, Kapolsek Pandawai yang dihubungi via gawainya, Rabu (31/03) siang lalu.

Baca Juga:  La Nina Masih Berlanjut, Hujan & Angin Kencang Masih Akan Terjadi di Sumba Timur

Maxon lebih lanjut menambahkan, petugas dari Polsek Pandawai bersama warga masih berupaya melakukan pencarian. “Kami juga telah berkoordinasi dengan Basarnas Waingapu untuk melakukan pencarian bersama. Semoga korban segera ditemukan,” tambah mantan Danki Brimob Sumtim itu.

Rangkuman informasi yang diperoleh dari berbagai sumber menyebutkan, Ferry melaut tidaklah sendiri. Namun angin kencang terjadi tiba-tiba mengejutkan mereka, dan kemudian masing-masing berupaya menyelamatkan diri. Diduga karena tak kuasa melawan tingginya gelombang, Ferry tergulung ombak. Cornelis Kadja, seorang rekannya diduga juga turut tergulung ombak, namun oleh warga akhirnya ditemukan di pesisir pantai dalam kondisi lemah kehabisan pagi tadi.

Untuk diketahui, hujan disertai petir dan angin kencang acapkali terjadi di Sumtim dalam tiga hari terakhir. Elias Limahelu, Kepala Stasiun Meteorologi Waingapu, kepada media ini menjelaskan, kondisi yang sama masih akan berpotensi terjadi hinga tiga hari ke depan.

Baca Juga:  Peduli Bencana Seroja di Sumba Timur, Muhammadiyah Bantu Pengobatan & Sembako

“Musim pancaroba seperti inilah, cuaca ekstrim bisa saja terjadi. Untuk itu kami selalu beri peringatan dini kewaspadaan pada warga. Potensi Rob juga perlu diwaspadai sampai tiga hari ke depan,” jelas Limahelu.

Muslih, Komandan Pos SAR-Waingapu, yang dihubungi terpisah, Rabu (31/03) siang tadi menyatakan, hingga kini proses pencarian masih terus berlangsung. “Saya masih berada di lokasi dengan tim, dan sampai sekarang kami belum temukan korban. Nanti saat ditemukan pasti kami beri khabar,” ungkapnya lewat jalur telepon seluler. (ion)

Komentar