Gadis Kecil Korban Buaya Ganas di Warambadi Dikuburkan Hari Ini

oleh
oleh

Waingapu.Com – Ernawati Rambu Nona, gadis kecil berusia 5 tahun yang menjadi korban keganasan buaya di pantai dan muara Warambadi, Desa Palanggay, Kecamatan Pahunga Lodu, Senin (8/8/2022) lalu, akan dikuburkan keluarga besarnya, Selasa (16/8/2022) hari ini. Informasi perihal pemakamannya diterima wartawan dari Matias Ranggandima, kerabat Rambu Nona dan juga terhitung Bapak Kecil korban itu.

“Hari Selasa Rambu Nona kami kuburkan, itu kesepakatan keluarga kami di Mburukulu,” ujar Matias, Senin (15/8/2022) lalu.

Tak hanya menginformasikan penguburan Rambu Nona, Matias juga kembali menitip asa keluarga besarnya dan warga  pada umumnya agar pemerintah, terkhususnya instansi terkait merespon musibah yang mereka alami secara nyata.

“Pantai Warambadi sudah tidak aman bagi warga sekitar juga pengunjung. Karena buaya di sana sewaktu-waktu tampak dan berkeliaran sampai ke pemukiman warga di pesisir. Kalau dibiarkan bisa saja ada korban lagi, atau bahkan warga nekad untuk memburunya,” tandas Matias.

Baca Juga:  Warga Maulumbi Terserang Buaya

Masih belum aman dan nyamannya Pantai Warambadi karena kehadiran buaya muara ganas, membuat warga cemas. Namun demikian warga juga butuh penghasilan untuk kebutuhan ekonomi keluarga. Kawasan ini dijadikan warga tempat budidaya rumput laut, juga tempat ideal mencari hasil laut seperti ikan, siput dan bulu babi serta kerang, saat air surut.

Kemunculan buaya tidak hanya sebatas kecemasan namun juga sempat kembali difoto dan divideokan oleh Matias Ranggandima Jumat (12/8/2022) lalu. 

“Saya lihat sendiri dan sempat foto juga ambil videonya. Saya mencoba lebih dekat mau ambil gambar tapi dia terlanjur kembali masuk ke air laut,” jelasnya.

Buaya-buaya itu kata Matias, bahkan keliaran di bawah bale-bale pengering rumput laut atau di bawah rumah panggung warga. Jika itu terjadi warga enggan turun dari rumah dan menunggu hingga buaya pergi.

Baca Juga:  Sembilan Rumah Terbakar di Kodi Bangedo, Ini Rincian Nama Rumah Adatnya

“Kalau ternak warga seperti babi, kambing dan anjing sudah banyak yang jadi korban,” pungkas Matias.(ion)

Komentar