Jelang Matahari Terbenam, Jazad Ferry Akhirnya Ditemukan di Pantai Laipori

oleh -1.996 views
Tim BASARNAS

Waingapu.Com – Setelah melakukan pencarian secara marathon, upaya Tim SAR Gabungan bersama warga akhirnya membuahkan hasil. Jelang terbenamnya mentari diufuk barat, jazad Fernandus Mara Koro akhirnya ditemukan di Pantai Laipori, Desa Palakahembi, Kecamatan Pandawai, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT. Kepastian penemuan sosok yang oleh teman dan kerabatnya akrab disapa Ferko itu, disampaakan oleh Kapolsek Pandawai, Iptu. Maxon Mutu Pabundu, Kamis (01/04) petang lalu.

“Iya benar sudah ditemukan oleh warga yang bersama tim SAR gabungan lakukan pencarian. Ditemukan sekitar pukul 17:45 WITA tadi,” jelas Maxon.

Maxon yang dihubungi wartawan via gawainya itu lebih lanjut mengatakan, Jazad Ferko yang diberitakan hilang dan diduga terseret gelombang tinggi, Selasa (30/03) malam itu ditemukan sekira 500 meter dari tempat ditemukan jaring atau pukat.

Baca Juga:  Warga Translok di Sumba Timur Dihimbau Tetap Optimis & Jalankan Protokol Kesehatan

Dihubungi terpisah, Muslih, Komandan BASARNAS Pos – Waingapu, mengatakan, saat ditemukan kondisi jazad korban secara umum dalam kondisi baik dan masih utuh.

“Secara umum kondisi jazad korban masih tergolong baik dan utuh, pakaian dan kaos kaki bahkan masih ada ditubuh dan kaki korban. Jadi tadi ada warga yang berenang untuk membawa korban ke tempat yang lebih mudah untuk dievakuasi. Terima kasih untuk semua tim yang terlibat, sumbang doa, tenaga dan keahlian masing-masing bantu tim dan juga keluarga yang kehilangan,” paparnya.

Maxon dan juga Muslih senada mengatakan, keluarga korban termasuk teman-teman korban, menyambut penuh syukur penemuan korban, sekalipun tetap digelayuti duka mendalam. Keduanya juga menjelaskan jenazah korban akan secepatnya disemayamkan di rumah duka keluarga, di Kelurahan Prailu.

Baca Juga:  Leo Kote Kembali Jadi Ketua BPC Gapensi Sumba Timur 2018 – 2023

“Keluarga rencananya masih akan semayamkan di rumah duka. Tadi saat bawa jenazah dari lokasi juga kondisi hujan, tapi syukur sekarang sudah tiba di Waingapu dan secepatnya bisa dibawa keluarga,” jelas Muslih, senada dengan Maxon. (ion)

Komentar