Waingapu.Com-Kapolres Sumba Timur, AKBP Gede Harimbawa melalui Kasat Lantas, Iptu Rahmat Agus Ibrahim, tak menampik bahwa faktor kecepatan menjadi penyebab utama atau biang kecelakaan tunggal yang melibatkan mobil dinas Taman Nasional Matalawa di Dusun Lahirik, Senin (1/9/2025) pagi lalu.
Dikatakan Rahmat ketika dikonfirmasi wartawan Selasa (2/9/2025) siang lalu, menurut hasil olah TKP Mitsubishi Triton ED 8085 WA itu melaju terlalu cepat saat memasuki tikungan tajam di jalur pegunungan Katikuluku. Upaya pengemudi menghindari motor KLX dari arah berlawanan justru membuat mobil keluar jalur dan terjun ke jurang sedalam 63 meter.
“Tingkat kecepatan sangat dominan. Jalannya sempit, berkelok, dan minim rambu. Kalau masuk tikungan dengan ngebut, pasti sulit dikendalikan,” jelas Rahmat di ruang kerjanya.
Tiga orang di dalam mobil, yakni pengemudi Nabil Dio Syaputra bersama dua penumpang, Jeimima Revalina Lau dan Ghotvan Nazhir, mengalami luka akibat benturan. Mereka segera ditangani medis dan dirujuk ke dua rumah sakit di Waingapu.
Kerugian material ditaksir mencapai Rp50 juta. Proses evakuasi mobil berlangsung sulit karena lokasi jurang yang dalam dan terjal. “Masih menunggu derek, kemungkinan baru bisa hari ini atau besok,” tambah Rahmat.
Kecelakaan ini kembali mengingatkan publik akan bahaya jalan pegunungan Waingapu–Tanarara. Meski menjadi jalur vital penghubung desa Kecamatan dan Kabupaten, jalur yang miliki view indah perbukitan dan padang sabana khas itu miliki karakter jalan yang berliku dan rentan Lakalantas.
“Rambu lalu lintas minim, tikungan banyak, jalannya juga sempit. Jadi, semua pengendara harus menahan ego dan mengutamakan keselamatan,” imbuhnya.
Rahmat menekankan bahwa kepatuhan terhadap aturan berkendara jadi kunci. “Kalau tidak hati-hati, jalur ini bisa jadi neraka bagi pengemudi,” pungkasnya.(ion)







