Forkopimda Sumba Timur Matangkan Strategi Komunikasi Publik Hadapi Gelombang Isu Nasional

oleh
Forkopimda Sumba Timur gelar rapat guna tangkal isu liar terkat gejolak nasional-Foto:istimewa

Waingapu.Com-Rapat koordinasi di kantor Bupati Sumba Timur, Senin (1/9/2025), bukan sekadar formalitas. Di ruang rapat itu, Forkopimda memusatkan perhatian pada satu hal krusial: strategi komunikasi publik di tengah derasnya isu nasional.

Bupati Umbu Lili Pekuwali memimpin langsung rapat yang dihadiri unsur DPRD, sekda, staf ahli, dan para kepala OPD. Ia menilai, di era banjir informasi seperti sekarang, pemerintah daerah harus jadi jangkar kebenaran. “Masyarakat jangan sampai terseret informasi liar. Pemerintah harus bicara jelas dan akurat,” ujarnya.

Forkopimda kemudian membahas langkah teknis. Mulai dari penguatan humas pemerintah, kolaborasi dengan media lokal, hingga memperluas dialog langsung dengan masyarakat desa. Semua demi memastikan pesan pemerintah tidak kalah cepat dari arus media sosial.

Selain komunikasi, rapat juga menyentuh isu koordinasi keamanan. Menurut Bupati, komunikasi publik tanpa dukungan stabilitas daerah hanya akan jadi jargon. Karena itu, TNI dan Polri tetap diminta siaga menghadapi potensi gangguan.

Pelayanan publik juga masuk dalam strategi komunikasi. Pemerintah ingin memastikan bahwa warga bukan hanya menerima informasi, tetapi juga merasakan pelayanan nyata. Dengan begitu, kredibilitas pesan pemerintah akan lebih dipercaya.

DPRD yang hadir dalam rapat menyambut baik langkah ini. Menurut mereka, kepercayaan publik adalah aset politik paling penting di tengah situasi nasional yang fluktuatif. “Jangan biarkan rakyat merasa jauh dari negara,” ujar salah satu pimpinan dewan.

Strategi relasi dengan masyarakat pun dibahas. Forkopimda menilai, dialog langsung harus diperbanyak, bukan sekadar pernyataan resmi. Warga perlu merasa didengar, bukan hanya diberi instruksi.

Rapat yang berlangsung intens itu akhirnya menyimpulkan bahwa komunikasi publik harus ditempatkan di garis depan. “Jika masyarakat tenang dan percaya, maka stabilitas daerah akan terjaga,” tutup Umbu Lili.(wyn)

Komentar