Perbaikan Bendungan Kambaniru Diprediksi Selesai Februari, Konstruksi Bisa Bertahan 100 tahun

oleh -18 views
Komang

Waingapu.Com – Proyek perbaikan bendungan Kambaniru, di Kelurahan Maulumbi, Kecamatan kambera Kabupaten Sumba Timur, NTT, hingga kini masih terus dilaksanakan. Sarana irigasi yang awal pembangunannya oleh PT. Waskita Karya (WK) puluhan tahun silam itu diperkirakan bisa mengairi lahan seluas 1.440 hektar, namun dahsyatnya badai seroja April 2021 silam membuat bendung terbesar di pulau Sumba itu rusak berat. Perbaikannya kemudian didanai APBN dan dipercayakan dikerjakan oleh PT. Nindya Karya (NK). Pekerjaannya diprediksikan tuntas pada Februari mendatang, sehingga warga bisa mulai mengolah lahannya sekira bulan Maret nanti.

Purwadi selaku Pimpinan Proyek NK di Sumba Timur melalui Komang Suandra, sebagai pelaksana lapangan, kepada wartawan di salah satu sisi Bendungan Kambaniru, Senin (24/01) siang menegaskan konstruksi bendung kali ini jauh lebih kokoh dan diprediksi bisa bertahan 100 tahun.

Baca Juga:  Polemik Kawasan Hutan Laikayambi, BPN Sumtim Akui Terbitkan Sertifikat

“Progressnya telah 96 persen bahkan bisa capai 98 persen jika selesai pemasangan jembatannya. Pekerjaan selama ini memang terkendala banjir akibat cuaca yang tak menentu. Kadang di sini cerah dan kita sudah selesai kerja satu item namun dapat banjir kiriman. Konstruksi sekarang ini perhitungannya bisa bertahan 100 tahun,” jelas Komang sembari menaruh harapan warga yang selama ini lahannya tidak diolah karena ketiadaan air yang mengairinya, bisa kembali mengerjakan lahannya pada Maret mendatang.

Ditanya perihal perbedaan utama konstruksi kekinian yang dikerjakan oleh NK dibanding konstruksi lawas yang dikerjakan WK, Komang menegaskan keunggulan konstruksi kali ini menggunakan beton.

“Kalau dulu menggunakan batu karang, kalau sekarang full atau 100 persen beton, kecuali asesorisnya. Untuk diketahui proyek ini satu paket dengan rehab lainnya di bendungan Kawangu, Melolo, Kadumbul, Palanggai dan Baing dengan anggaran sekitar 100 miliar rupiah,” tandasnya.

Baca Juga:  Proyek Jembatan Wulla Telah Masuki Tahap Akhir, Sebelum Natal Bisa Digunakan

Jika terjadi bencana dengan kondisi yang sama dengan yang terjadi April 2021 lalu? Komang meyakini konstruksi bendungan ini tidak akan alami kerusakan berarti, namun justru alam di sekitarnya yang akan lebih terdampak. Karena itu perlu untuk ditata lebih lanjut.

“Jika memang tidak ada hal lainnya yang luar biasa atau melebihi kekuatan dari banjir seperti yang terjadi pada waktu bencana seroja lalu, hitungan kami konstruksinya kuat, tapi kita tidak berharap terjadi yang terburuk,” pungkasnya. (ion)

Komentar