Pesona Sabana Prai Kilimbatu & Laindeha Tercemar Jejalan Sampah Plastik

oleh -43 Dilihat
Sampah Plastik

Waingapu.Com – Sabana Sumba Timur, NTT tak bisa dipungkiri telah memukau dunia. Pesonanya tentu memberi andil dalam dinobatkan Sumba sebagai Pulai Terindah di dunia versi majalah wisata Focus – Jerman silam. Daya pikat yang selain menjadi kebanggaan tentu perlu peran semua elemen untuk merawatnya. Salah satu hamparan sabana nan memikat, baik pada saat kemarau maupun musim penghujan terdapat di antara desa persiapan Prai Kilimbatu dan Laindeha, Kecamatan Pandawai. Sayangnya, jejalan sampah mencemari nuansa dan romansa yang mestinya total disajikan rerumputan dan bunga padang khasnya.

Seperti terlihat pada Minggu (09/01) siang hingga menjelang petang lalu, sedikitnya terdapat lima titik pembuangan sampah pada kedua sisi jalan. Aneka jenis sampah non organik mendominasi, dari plastik aneka warna dan bentuk hinggs pecahan kaca.

Baca Juga:  Belasan Rumah & Dua Gereja Di Kambera Rusak Diamuk Hujan Badai

“Padahal tempat rumput sudah mulai menghijau sampai ke lembah. Sayang sampah juga banyak menumpuk, bahkan tadi saya lihat ada kawanan sapi yang bermain dan makan dari tumpukan sampah,” ungkap Yovy (24) seorang wanita yang menghampiri media ini tatkala mengambil dokumentasi salah satu lokasi penumpukan sampah.

Yovy yang saat itu mengaku berasal dari Yogya itu, mengatakan baru pulang dari salah satu spot foto di Bukit Piarakuku dan Hilliwuku, bersama Dian (24) sahabatnya dari Sumba Tengah.

“Tadi kami dari Piarakuku, mampir di Hilliwuku. Benar-benar terpukau oleh pesona sabana di sana juga sepanjang jalan. Tapi itu tadi, tumpukan sampah-sampah ini menodainya. Dari jauh tadi kami pikir, waduh ada kawanan sapi, mau ambil foto aah, eee pas dekat ternyata sapi di antara tumpukan sampah,” timpal Yovy diamini Dian dengan anggukan dan senyum ketus.

Baca Juga:  Semburan Air & Lumpur Beraroma Minyak Tanah Hebohkan Warga Umbu Langang

Media ini pernah memberitakan kondisi yang sama di waktu lalu, dan kemudian kondisi berangsur membaik. Kala itu beberapa warga Laindeha dalam perbincangan lepas dengan media ini pernah mensinyalir, sampah-sampah itu dibawa dari kota Waingapu. Dugaan itu muncul karena mereka pernah melihat ada beberapa pick up dan dump truck berhenti di lokasi itu, seperti hendak parkir atau beristirahat, namun setelah beberapa saat meninggalkan lokasi, justru tumpukan sampah yang didominasi plastik bekas nampak bertambah. (ion)

Komentar