Waingapu.Com-Upaya penyelundupan emas dalam jumlah besar melalui Bandara Umbu Mehang Kunda (UMK) Waingapu, Sumba Timur, akhirnya terungkap. Dari dua kali penggagalan, total barang bukti yang diamankan mencapai hampir satu kilogram.
Infiormasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, kasus ini menyeret seorang pria berinisial S alias U, warga asal Nusa Tenggara Barat, yang diduga mencoba membawa material mengandung emas keluar daerah melalui jalur penerbangan.
Peristiwa penyelendupan itu terjadi pada bulan Februari hingga pertengahan Maret 2026. Sebagaimana pernah diberitakan, gagalnya upaya penyelundupan itu diawali dengan kecurigaan petugas Aviation Security (Avsec) bandara saat tas penumpang setelah melewati mesin X-ray.
Kepala Seksi Teknik Operasi Keamanan dan Pelayanan Darurat Bandara UMK, Feredo Pratama Bina, mengatakan indikasi awal terlihat dari tampilan monitor yang menunjukkan benda padat tidak lazim.
“Ketika penumpang ini melewati alat pemeriksaan, personel kami menanyakan isi tasnya. Yang bersangkutan mengaku membawa emas, tapi katanya hanya perhiasan,” ujar Feredo saat dikonfirmasi di ruang kerjanya.
Namun pengakuan tersebut tidak langsung dipercaya. Petugas kemudian melakukan pemeriksaan manual untuk memastikan isi tas.
Hasilnya, ditemukan bukan hanya perhiasan, tetapi juga material lain yang diduga kuat mengandung emas, termasuk emas cor dan serbuk emas.
Total barang bukti pada penyitaan pertama mencapai 415 gram.
Tak hanya itu, informasi yang diperoleh media ini juga disebutkan pada 16 Maret 2026 kembali terjadi. Dimana petugas kembali menemukan modus berbeda yang digunakan pelaku.
Kali ini, emas disamarkan dalam bentuk koil tanah yang permukaannya dilapisi emas secara tipis. Dari tiga koil tersebut, petugas berhasil mengamankan emas dengan berat total 500 gram lebih.
Jika digabungkan dengan penyitaan pertama, total emas yang diamankan mencapai 997 gram atau hampir satu kilogram.
Petugas kemudian berkoordinasi dengan aparat KP3 Udara sebelum menyerahkan kasus tersebut ke Polres Sumba Timur untuk proses hukum lebih lanjut.
Informasi yang dihimpun menyebutkan bahwa pelaku sempat diamankan bersama barang bukti, namun hingga kini masih berstatus saksi.
Kondisi ini memicu perhatian publik yang menunggu kejelasan penanganan kasus tersebut.
Sejumlah sumber juga menduga emas tersebut berasal dari aktivitas tambang ilegal di wilayah Sumba Timur yang hasilnya coba diselundupkan keluar daerah.
Kasus ini kini menjadi sorotan, tidak hanya karena jumlah barang bukti yang besar, tetapi juga karena modus penyelundupan yang semakin beragam dan juga kepastian jumlah dan keamananan barang bukti.
Publik berharap penanganan kasus ini dilakukan secara transparan dan profesional, sekaligus membuka tabir dugaan jaringan tambang emas ilegal di Sumba Timur.(ion)







