Terkait Serapan Anggaran, Bupati Sumba Timur Beri Deadline ke OPD Sebelum 12 Desember

oleh
Bupati Sumba Tiimur, Umbu Lili Pekuwali ungatkan pentingnya penyerapan anggaran oleh OPD dalam apel kesadaran-Foto; Prokopim Sumba Timur

Waingapu.Com-Apel Kesadaran lingkup Pemerintah Daerah Sumba Timur pada Senin (17/11/2025) pagi juga jadi forum evaluasi terbuka terkait serapan anggaran. Bupati Sumba Timur, Umbu Lili Pekuwali, menyampaikan langsung bahwa sejumlah OPD masih tertinggal dalam pelaksanaan program 2025.

Di hadapan ratusan ASN, Umbu Lili menyebut serapan anggaran bukan hanya soal teknis administrasi. Menurutnya, kondisi itu mencerminkan lemahnya manajemen program, kurangnya inisiatif di perangkat daerah, hingga minimnya koordinasi antara pimpinan OPD dan tim pelaksana.

Ia mengingatkan, tahun anggaran akan segera tutup. Dengan batas pengajuan SPM yang jatuh pada 12 Desember 2025, ia meminta seluruh pimpinan OPD bergerak cepat dan tidak lagi menunda pekerjaan.

“Saya minta perhatian serius dari para pimpinan OPD. Semua program yang tersisa harus dituntaskan paling lambat 12 Desember. Tidak boleh ada kegiatan yang tertinggal,” tegas Bupati.

Umbu Lili menyampaikan bahwa setiap rupiah dari APBD memiliki amanat. Ketika anggaran tidak dieksekusi, dampaknya langsung dirasakan masyarakat yang membutuhkan program fisik maupun pelayanan sosial.

Menurutnya, serapan anggaran yang lambat identik dengan lemahnya disiplin aparatur. Karena itu, ia mengaitkan evaluasi anggaran dengan semangat Apel Kesadaran yang rutin dilaksanakan setiap bulan.

Apel itu, katanya, bukan hanya soal kedisiplinan kehadiran, tetapi juga soal integritas dan keberanian mengambil tanggung jawab. ASN harus mampu mengukur kinerjanya secara objektif dan membuka diri terhadap koreksi.

Ia kembali menyinggung potensi terganggunya target pembangunan daerah apabila OPD masih bersantai menjelang akhir tahun. Pemerintah daerah telah menetapkan perencanaan yang jelas, tinggal bagaimana perangkat daerah menerjemahkannya dengan tepat.

Bupati juga mendorong agar seluruh OPD memperkuat koordinasi lintas bidang. Dalam banyak kasus, kegiatan tersendat bukan karena faktor kemampuan, tetapi karena kurangnya komunikasi dan minimnya pengawasan internal.

Ia menegaskan bahwa dirinya tidak ingin ada program 2025 yang hangus hanya karena kelalaian aparatur. “Kita bekerja untuk masyarakat. Jangan biarkan masyarakat menunggu hasil dari anggaran yang tidak terlaksana,” katanya.

Mengakhiri arahannya, Bupati mengajak OPD bekerja lebih cepat dan lebih presisi. Dengan waktu yang tersisa, pemerintah harus memastikan setiap program benar-benar memberikan manfaat bagi warga.(ion)

Komentar