Tersisa 66 Kasus Positif Covid-19 di Sumba Timur, Dominan Diantaranya ISOMAN

oleh -203 views
Jonker Telnoni

Waingapu. Com – Informasi yang dipublish Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, Selasa (02/03) petang lalu, membawa khabar gembira. Pasalnya, 20 kasus positif Covid-19 telah dinyatakan sembuh, sehingga ke-20 warga itu bisa kembali dalam sukacita bersama keluarga dan orang-orang terdekatnya. Dengan realita itu, kini tersisa 66 orang yang masih dinyatakan positif Covid-19 dan harus jalani perawatan. Dari jumlah ini, ternyata didominasi warga yang dinyatakan positif Covid-19 dan jalani Isolasi Mandiri (Isoman).

Jonker Telnoni, Ketua Tim Surveilance Satgas Covid-19 Sumtim, kepada media ini, Selasa (02/03) malam lalu membenarkan, kasus warga yang dinyatakan positif Covid-19 yang kini tersisa, dominan diantaranya jalani Isoman. Dikatakannya, dari 66 kasus positif Covid-19 yang tersisa, 37 diantaranya jalani Isoman. Tidak hanya itu, dia juga menyatakan hal itu tidak menyalahi pedoman.

Baca Juga:  Wakil Dubes Australia Ajak Jauhi Makanan Instant & Cintai Pangan Lokal Sumba

“Itu sesuai dengan pedoman pencegahan dan pengendalian Covid-19, dimana membolehkan bagi mereka yang positif tetapi tanpa keluhan, itu boleh dilakukan karantina mandiri. Atau bagi mereka yang walaupun positif tapi punya keluhan ringan, boleh karantina mandiri. Sedangkan bagi mereka dengan suspect berat itu ditangani di ruang isolasi RSUD,” urai Jonker dari balik gawainya itu.

Untuk menentukan boleh tidaknya warga yang terkonfirmasi positif Covid-19 jalani Isoman atau kemudian diwajibkan untuk diisolasi di RSUD juga Hotel Cendana, demikian Jonker memastikan telah melalui sejumlah proses.

“Sebelum diputuskan untuk karantina mandiri itu harus dikomunikasikan untuk mengecek kesiapan yang bersangkutan untuk karantina mandiri. Tim mengecek dulu kesiapan yang bersangkutan untuk karantina mandiri itu, jadi perlu ada komunikasi. Juga tentunya ada jaminan dari yang bersangkutan setelah sebelumnya diedukasi terlebih dahulu,” paparnya.

Baca Juga:  MCK PLus di Mamboro Terbengkalai

Diakui Jonker, sejak menjadi daerah terpapar Covid-19, Sumtim justru lebih banyak warganya yang sebelumnya terkonfirmasi positif, dan kemudian dinyatakan sembuh, sebelumnya jalani isolasi mandiri dengan tertib.

“Ini hari saja dari total yang sembuh, hanya satu yang sebelumnya jalani isolasi di RSUD, sisanya isolasi mandiri. Ada memang yang sebelumnya dikarantina  di hotel Cendana, namun kemduian setelah berapa hari jalani perawatan dan dipelajari secara klinis, diperobolehkan untuk pulang dan jalani siolasi mandiri di rumah,” pungkasnya.

Kembali merujuk data yang terpublish oleh Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid-19 Sumtim Selasa (02/03) petang lalu, sebanyak 367 kasus positif Covid-19 dinyatakan sembuh dari total 449 kasus positif Covid yang terjadi di Sumtim. Dari total kasus positif itu, 16 diantaranya meninggal dunia, dimana satu dari kasus meninggal dunia terjadi Senin (01/03) kemarin dan telah dimakamkan sesuai prosedur yang diamanatkan bagi korban yang dinyatakan meninggal dunia dan terkonfirmasi positif Covid-19 sebelumnya. (ion)    

Baca Juga:  Tak Pakai Masker di Tempat Umum, 21 Warga Waingapu Diberi Sanski Push Up

Komentar