Ukur Kinerja & Capaian Program Rerfomasi Birokrasi, Polres Sumba Timur Libatkan Jurnalis

oleh

Waingapu.Com – Kepolisian Republik Indonesia (Polri) disadari kini diguncang oleh sejumlah masalah yang mencederai institusi. Namun demikian upaya untuk benahi diri terus digelorakan pimpinan Polri hingga ke level terbawah. Ulah oknum memang mencederai marwah institusi, namun masih banyak polisi yang berdedikasi. Upaya untuk reformasi birokrasi di tubuh Polri tentu perlu pula melibatkan pihak eksternal, baik yang selama ini dikenal sebagai mitra juga masyarakat yang menjadi tujuan pelayanan.

Wakoplres Sumba Timur, Kompol Muhamad Arif Sadikin, Kamis (20/10.2022) menjelaskan masukan yang didasari realita terkait dengan kinerja dan capaian program reformasi Polri,  tentu akan sangat membantu dalam rencana kerja dan juga program pelayanan dan pengabdian. Untuk itu sebut dia, sudah beberapa tahun dilakukan penilaian yang diformulasikan dalam Indeks Tata Kelola (ITK). Hal itu disampaikannya dalam sambutan ketika gelaran pengambilan data responden ITK online di aula Mapolres setempat.

Baca Juga:  Sempat Longsor & Nyaris Putus, Tanjakan Rende – Sumba Timur Kini Lebih Nyaman Dilalui

Di kesempatan terpisah, Kabag. Perencanaan Polres Sumba Timur, AKP. Ketut Sudina memaparkan tentang pentingnya ITK. Sekaligus menegaskan bahwa dalam penilaian ITK kali ini kembali melibatkan unsur jurnalis yang dipercayakan pada Dion Umbu Ana Lodu, wartawan MNC media wilayah Sumba sebagai peneliti lokal.

“ITK adalah intrumen untuk mengukur kinerja dan capaian program reformasi birokrasi Polri. ITK menjadi landasan bagi pengambil kebijakan berdasarkan bukti dan alat perbandingan kinerja yang obyektif, adil dan akurat berdasarkan tujuh prinsip Good Governace,” papar Ketut.

Lebih jauh Ketut menguraikan indikator dan aspek ITK meliputi kompetensi, responsif, perilaku, transparansi, keadilan, efektifitas dan akuntabilitas. 

Lebih spesifik urai Ketut, ITK eksternal maupun internal bertujuan menilai kinerja pelaksanaan reformasi birokrasi di lingkungan Polri, khususnya Polres Sumba Timur. Juga mengetahui profil dan kinerja satuan kerja dan fungsi serta memperbaiki organisasi Polri terkhusus di Polres Sumba Timur di bidang pembinaan dan operasional.

Baca Juga:  Pasca Pemberitaan KPK Cermati ASN ‘Main’ Proyek, Jurnalis Dapat Aneka Informasi

Dion Umbu Ana Lodu dalam kesempatan itu mengatakan, peneliti lokal yang dipilih Polri khsusunya Polres Sumba Timur adalah yang dinilai independen. “Ini tahun ketiga saya dipercaya Polri terkhususnya Polres Sumba Timur menjadi peneliti lokal. Penilaian tentang independensi saya sebagai jurnalis yang kemudian berfungsi memandu dalam pengambilan data persepsi menggunakan kuisioner online tentunya menjadi ranah Polri. Saya ucapkan terima kasih atas amanah ini, dan berharap semua responden yang hadir kala ini bisa bekrja sama memberikan penilaian secara real,” tandasnya.

Hadir dalam kesempatan itu sejumlah stake holder baik dari unsur politisi yang diwakili oleh pimpinan DPRD, unsur pemerintah kabupaten dan lembaga vertikal serta Kejaksaan dan Pengadilan. Hadir pula sejumlah tokoh agama, pemuda dan masyarakat serta mahasiswa. (ped/ion)

Baca Juga:  Jembatan ‘Pelangi’ Warisan PNPM Di Kambatatana Ambruk

Komentar