Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, RSUD URM Hentikan Layanan Rawat Inap Anak

oleh -127 views
RSUD Umbu Rara Meha

Waingapu.Com – Terus meningkatnya kasus positif  Covid-19 di kabupaten Sumba Timur (Sumtim) – NTT, direspon RSUD Umbu Rara Meha (URM) – Waingapu mengambil langkah antisipatif. Terhitung mulai Selasa (27/04) fasilitas kesehatan terbesar di Pulau Sumba itu, tidak lagi akan menerima pasien rawat inap anak .

Terkait informasi itu, telah mulai tersebar ke masyarakat diantaranya lewat pesan berantai di aneka jargon media sosial. Informasi dihentikan layanan untuk pasien rawati inap anak itu juga dibenarkan Lely Harakai, Direktris RSUD URM, ketika dikonfirmasi via gawainya, Sabtu (24/04) malam lalu.Walau tidak melayani pasien rawat inap anak, RSUD URM tetap akan menerima pasien anak yang memerlukan perawatan ruangan intensif seperti NICU dan PICU.

Baca Juga:  Sempat Zona Hijau Seminggu, Sumba Timur Kembali Bersatus Merah Covid-19
Sebaran Covid-19

Tak hanya tidak melayani pasien rawat inap anak, manajemen RSUD URM itu juga mengambil langkah untuk memfungsikan ruangan penyakit dalam, paru, saraf dan anak sebagai bangsal isolasi Covid -19. Kondisi inilah yang kemudian mendasari RSUD URM tidak lagi bisa menerima pasien penyakit dalam, paru dan saraf.

Rumah Sakit terbesar dan terlengkap di Pulau Sumba itu juga memastikan tetap memberikan pelayanan poli seperti biasanya. Namun demikian, untuk pasien yang membutuhkan pelayanan CT scan atau laboratorium lengkap bisa dirujuk ke RSUD tetapi kemudian pasien akan tetap di kembalikan lagi ke fasilitas kesehatan yang merujuk.

Untuk diketahui, jika merujuk data yang dipublish Posko Percepatan Pencegahan dan Penanganan Covid -19 Sumtim, hingga pukul Sabtu (24/04) pukul 19:00 WITA, kasus  Covid-19 teracat sebanyak 1.049 kasus. Dari angka itu, yang masih jalani perawatan di ruang isolasi terpusat, maupun mandiri mencapai 311 orang.

Baca Juga:  Data Posko Covid-19 Sumba Timur, 11 Kecamatan Telah Terpapar

Dari keseluruhan kasus  Covid-19 di Sumtim itu, telah terjadi 33 kasus meninggal dunia. Sementara untuk 311 kasus yang hingga kini masih jalani perawatan dan isolasi, tersebar pada delapan kecamatan di Sumtim, dimana kecamatan kota Waingapu dan Kambera, menjadi wilayah yang paling tinggi sebarannya. (ion)

Komentar