Badung, Waingapu.Com-Setiap hari Rabu, Aula Gedung E Universitas Dhyana Pura (Undhira) Bali menjadi tempat bertemunya seluruh elemen kampus dalam sebuah tradisi yang telah berlangsung bertahun-tahun, yakni Ibadah Rabuan.
Namun kegiatan ini bukan sekadar agenda kerohanian biasa. Di balik rangkaian ibadah, terdapat ruang strategis yang mempertemukan yayasan, pimpinan kampus, dosen, pegawai dan mahasiswa dalam satu visi yang sama.
Ketua Yayasan Dhyana Pura, Dr. dr. Made Nyandra, Sp.KJ., M.Repro., FIAS., menjelaskan bahwa kegiatan tersebut dirancang untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun keselarasan gerak seluruh organisasi.
“Rabu pagi hingga siang itu waktu yang paling tepat untuk berhenti sejenak. Kami memperkuat spiritualitas melalui ibadah Rabuan yang juga kami padukan dengan kegiatan refleksi, pendidikan karakter, seminar dan agenda lainnya,” katanya.
Menurut Dr. Nyandra, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi bersama terhadap berbagai program yang sedang berjalan.
Selain itu, sejumlah rencana kerja sama strategis juga disampaikan kepada seluruh civitas akademika sehingga tidak ada kesenjangan informasi antara yayasan dan kampus.
Pendekatan tersebut dinilai efektif membangun rasa memiliki terhadap institusi. Seluruh warga kampus dapat memahami arah kebijakan sekaligus peran yang harus dijalankan masing-masing.
Dalam suasana ibadah yang hangat, berbagai sekat birokrasi seolah menghilang. Pimpinan yayasan, rektorat, dosen hingga mahasiswa duduk bersama sebagai satu keluarga besar.
Kondisi tersebut menjadi modal sosial yang penting dalam membangun budaya organisasi yang sehat dan produktif.
Undhira memandang bahwa komunikasi yang baik merupakan salah satu faktor penting dalam mewujudkan kampus yang unggul dan adaptif terhadap perubahan.
Karena itu, Ibadah Rabuan terus dipertahankan sebagai wadah yang mampu menyatukan dimensi spiritual, komunikasi organisasi dan pengembangan karakter.
Melalui tradisi ini, Undhira menunjukkan bahwa pembangunan institusi tidak hanya dilakukan melalui rapat formal, tetapi juga melalui ruang refleksi yang membangun kebersamaan dan semangat pelayanan.







