Waingapu.Com-Di balik pembangunan Masjid Nurul Iman Pinduhapi, Kelurahan Hambala, Kecamatan Kota Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, NTT, tersimpan kisah gotong royong yang tak hanya datang dari jamaah. Rabu (3/9/2025), Pegadaian Cabang Prailiu turut ambil bagian dengan menyalurkan bantuan bahan bangunan senilai Rp25 juta.
Kepala Pegadaian Prailiu, Andy Alfian, menegaskan, bantuan ini adalah bentuk tanggung jawab sosial perusahaan. “CSR Pegadaian sejatinya adalah uang masyarakat yang kami kelola, lalu dikembalikan sesuai kebutuhan. Masjid ini salah satunya,” katanya.
Bagi jamaah Nurul Iman, apa yang mereka terima bukan sekadar material. Bantuan ini dianggap sebagai hadiah besar, di tengah perjuangan panjang menyelesaikan pembangunan yang tak kunjung rampung.
Ketua Ta’mir, Tukan Hadju Abdullah, menuturkan rasa syukurnya. “Bantuan ini meringankan sekali. Tidak mudah mencari dana untuk material. Doa kami agar kebaikan ini jadi amal jariyah,” ucapnya.
Masjid Nurul Iman Pinduhapi saat ini masih berdiri setengah jadi. Tiang-tiang utama sudah berdiri, namun banyak bagian belum tersentuh. Jamaah setempat selama ini tetap melaksanakan ibadah dengan segala keterbatasan.
Momentum bantuan CSR ini memberi harapan baru. Jamaah optimistis, rumah ibadah mereka bisa segera rampung dalam waktu dekat.
Di sisi lain, Pegadaian mengirim pesan kuat lewat aksi ini: bahwa perusahaan tak sekadar melayani urusan gadai, tetapi juga hadir untuk kebutuhan sosial masyarakat.
Keterlibatan perusahaan dalam pembangunan rumah ibadah dianggap penting, terutama di wilayah dengan pertumbuhan penduduk pesat seperti Waingapu. Sebab, rumah ibadah bukan sekadar tempat ritual, tetapi juga pusat pendidikan moral dan sosial.
Bantuan CSR ini menjadi simbol bahwa pembangunan masjid adalah kerja kolektif. Dari jamaah, masyarakat, hingga lembaga keuangan. Semua bersatu demi satu tujuan: menghadirkan ruang sakral yang layak bagi umat.(ped)







