Dibangun Tahun 2010, Bangunan PNPM Di Rakawatu – Lewa Terlantar

oleh -197 views
Bangunan PNPN Terlantar

Waingapu.Com – Depan dinding teras sekira 3×4 meter ukurannya, tertulis dengan cat hijau ‘PNPM Mandiri Pedesaan, Tahun 2010 – SPC 1’ demikian yang terpampang, di bangunan yang entah diperuntukan sebagai bangunan untuk aktifitas apa, di desa Rakawatu, Kecamatan Lewa, Kabupaten Sumba Timur (Sumtim), NTT. Beruntung bangunan ini ‘masih unggul’ kala seakan beradu dengan rerumputan dan semak yang berupaya untuk menutupi tegarnya bangunan dengan tembok bercat kuning gading yang mulai pudar itu.

Bangunan yang terpantau, kala sejumlah awak media melakukan peliputan ke Palahonang – Rakawatu beberapa pekan silam itu, mengusik tangan dan hati untuk ditelesik sedikit lebih dalam. Saat perjalan pulang, media ini dan rekan media lainnya coba tuk mengakrapinya. Plafon yang mulai nampak usang dan rapuh, plus kaca jendela yang pecah dengan bingkai yang catnya juga mulai pudar, senasip dengan atap seng yang mulai usang dan berkarat itupun berhasil terbidik kamera ponsel pintar yang boleh jadi bisa dibeli hingga ratusan unit, jika anggaran untuk membangun gedung ini dipakai untuk ‘pengadaan ponsel pintar’.

Bangunan PNPN Terlantar

Kala mata menerobos ke dalam bangunan diantara kaca jendela yang dominan telah pecah, nampak berdebu dan kotor di dalam ruangan yang nampak hampa alias tak berisi, selain dari debu, kotoran, dan sarang laba – laba.Kondisi yang nampak miris, jika disandingkan dengan tekad untuk menjadikan kawasan Palahonang sebagai Kawasan Pertumbuhan Ekonomi Baru. Betapa tidak, bangunan ini bisa jadi akan menjadi noda yang mencederai tekad juga realita tumbuh kembangnya Palahonang jika berjalan sesuai rencana, sekiranya nanti ratusan bangunan penghuni Translok terbangun.

“Ayo mari sudah bro kita jalan, agar jangan malam tiba Waingapu. Kalau bangunan PNPM kemudian mubazir dan nasib seperti ini, jangan heran, bukan hanya ini, saya yakin ada yang lainnya juga di Sumba Timur ini,” tukas seorang rekan wartawan dari slah satu harian regional NTT.

“Ini bagus kalau jadi lokasi uji nyali, yang suka tantangan berjumpa mahkluk halus seperti di TV itu. Pasti kalau malam nampak angker. Tapi beruntung tidak jauh di seberang jalan, ada sebuah gereja dengan tembok papan, jadi bisa saja setan hitung – hitung mau menghuni bangunan ini,” canda Tedy, sang pengemudi mobil kijang krista yang membawa kami pergi dan pulang saat itu. (ion)

Komentar