Tantangan Transformasi Pendidikan, Peran dan Diskriminasi Guru: Sebuah Refleksi Memperingati Hari Guru Nasional Tahun 2025

oleh
Yulius Djarawula, Guru SDN Kadahang, Kecamatan Haharu, Sumba Timur

Sebagaimana biasa dilaksanakan peringatan Hari Guru Nasional, tepatnya tanggal 25 November setiap tahun. Satu hal yang perlu diketahui bahwa landasan utama lahirnya Hari Guru adalah munculnya kesadaran untuk menghargai jasa para guru yang sering disebut sebagai pahlawan tanpa tanda jasa dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, dimana guru memiliki sebuah peran yang sangat penting dalam membentuk karakter dan meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Hari Guru Nasional tahun 2025 menjadi sebuah momentum yang sangat berharga, bagaimana kita merefleksikan peran guru di tengah gencarnya transformasi Pendidikan, dan dalam situasi yang bersamaan terjadi diskriminasi terhadap guru.

Apa itu transformasi Pendidikan?

Transformasi pendidikan adalah sebuah proses perubahan sistem pendidikan yang komprehensif dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas pendidikan demi pencapaian tujuan pendidikan yang telah ditetapkan, dan transformasi pendidikan melibatkan perubahan dalam berbagai aspek.

Berbagai bentuk transformasi dilakukan oleh pemerintah melalui program digitalisasi pembelajaran yang menggunakan teknologi informasi dan komonikasi yang bertujuan  untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan aksesibilitas pendidikan, agar proses belajar menjadi lebih interaktif dan berkualitas dengan harapan agar kompetensi  siswa semakin berkembang dalam menjawab kebutuhan di era digital.  Selain itu, pemerintah juga meluncurkan program rehabilitasi sekolah untuk memperbaiki infrastruktur sekolah, ruang kelas untuk meningkatkan kualitas belajar siswa, serta pengembangan  kurikulum Merdeka Belajar dengan metodologi baru deep learning yang dianggap relevan dengan kebutuhan masyarakat dan perubahan zaman, untuk mencetak generasi yang kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan, atau dengan kata lain bahwa tujuan dari transformasi pendidikan adalah meningkatkan kualitas sumber daya manusia dan mencapai kemajuan bangsa.

Bagaimana sikap kita dengan transformasi pendidikan yang sedang terjadi?

Dalam menghadapi transformasi pendidikan, sebagai masyarakat dan terlebih khusus sebagai pelaku pendidikan, kita sangat diharapkan untuk dapat menerimanya dengan sikap yang positif dan terbuka dengan berbagai perubahan dan tidak takut untuk mencoba hal baru, mampu beradaptasi dengan perubahan dan situasi baru, serta harus punya keinginan untuk selalu belajar demi meningkatkan kemampuan diri. Tidak cukup sampai di situ, kita juga diharapkan mau dan mampu bekerja sama dalam mencapai tujuan, berpikir kreatif dan inovatif dalam berbagai hal berkaitan dengan pendidikan dengan harapan bahwa transformasi yang sedang terjadi akan membawa dampak positif dalam berbagai aspek seperti meningkatnya akses pendidikan bagi semua orang, meningkatnya kemandirian siswa dan guru, meningkatnya keterampilan hidup siswa dan adanya kompetensi dalam penggunaan teknologi dan pengembangan kurikulum, serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap sistem pendidikan.

Berkaitan dengan transformasi pendidikan, Pemerintah, guru dam masyarakat perannya sangat dibutuhkan  dalam mendukung transformasi Pendidikan. Pemerintah  melalui kebijakan regulasi dan pendanaan, serta keterlibatan masyarakat dengan memberikan dukungan dan motivasi. Demikian halnya dengan guru merupakan salah satu elemen yang memiliki peran sangat penting dalam mengimplementasikan transformasi pendidikan. Guru sangat berperan dalam mengembangkan kurikulum yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja dan masyarakat, motivator yang membantu siswa untuk meningkatkan motivasi dan kepercayaan diri mereka, serta mengembangkan karakter seperti nilai-nilai, sikap dan perilaku yang positif.

Akankah transformasi pendidikan  dapat berjalan dengan mudah tanpa adanya tantangan? Tentu tidak!

Tantangan dalam transformasi pendidikan sangat kompleks dan beragam. Kurangnya payung hukum yang jelas dan komprehensif untuk mendukung transformasi pendidikan, dimana masih menggunakan pendekatan yang sifatnya sentralistik dan tidak memberikan keleluasaan bagi sekolah dan daerah untuk berinovasi, yang menyebabkan tidak fleksibelnya pengembangan kurikulum yang sesuai dengan kebutuhan daerah, dan belum memberikan perlindungan yang cukup bagi guru untuk berinovasi dan mengembangkan kemampuan profesionalnya.

Dalam konteks Pendidikan, aksesibilitas menjadi sesuatu yang sangat penting untuk memastikan bahwa Internal Stakeholder yaitu murid, guru dan orang tua harus dapat menerima transformasi secara adil, tetapi yang terjadi hampir di semua daerah terpencil adalah menghadapi tantangan yang sangat besar dalam mengalami transfomasi karena tidak memiliki infrastruktur yang memadai seperti jaringan internet, listrik dan fasilitas teknologi lainnya, bahkan kekurangan sumber daya manusia yang terampil dalam menggunakan teknologi.

 Selain hal tersebut di atas, transformasi pendidikan juga mengalami tantangan yang cukup signifikan, terutama terkait dengan kurangnya kompetensi guru, keidaksiapan mengajar,dan beban kerja yang tinggi. Guru yang tidak memiliki kompetensi yang cukup, akan kesulitan dalam mengimplementasikan kurikulum dengan metode pembelajaran yang baru, dan hal ini akan berdampak pada siswa tidak mendapatkan pendidikan yang berkualitas. Beban kerja   yang tinggi dan beban administrasi, juga merupakan tantangan tersendiri yang menyebabkan stres dan kelelahan bagi guru.

Rasanya masih hangat dalam ingatan kita, masalah aktual yang baru saja terjadi di negeri kita, dimana beberapa orang guru telah mengalami diskriminasi.  Dua orang guru di Luwu Utara Sulawesi Selatan mengalami diskriminasi setelah dipecat dan divonis penjara 1 tahun karena pungutan dana Rp.20 ribu rupiah dari orang tua siswa guna membantu guru honorer yang tidak mendapatkan gaji. Rasanya sangat miris, sebab bukan rasa empati yang didaptkan malah  mereka di diskriminasi, bahkan  sampai di pecat dengan tidak hormat, padahal apa yang mereka lakukan, semata  karena munculnya rasa kemanusiaan. Di papua, guru pernah dilaporkan terkait dengan perbedaan perlakuan antara guru pribumi dan non-pribumi, dan masih ada bentuk diskriminasi terhadap guru yang tidak sempat disebutkan satu persatu.

Dari diskriminasi hukum yang terjadi, dapat disimpulkan bahwa guru masih menjadi kelompok yang rentan terhadap diskriminasi dan kurang mendapatkan perlindungan yang memadai, rasa ketidakadilan, dimana guru masih dianggap tidak setara dengan profesi lainnya. Diskriminasi juga memberikan dampak psikologis yang signifikan seperti stres dan hilangnya kepercayaan diri serta akan terhambatnya profesionalisme guru yang berakibat akan mengurangi kualitas pendidikan.

Guru tidak hanya mengajarkan ilmu pengetahuan, tetapi sekaligus menjadi ,motivator dan inspirator. Mereka bekerja keras tanpa lelah untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan bermakna dan selalu memberikan perhatian kepada semua siswa. Perjuangan mereka tidak pernah berhenti sekalipun di tengah kesulitan dan tantangan, tetapi terus beradaptasi dengan segala bentuk perubahan dengan meningkatkan kemampuan diri untuk memberikan yang terbaik bagi siswa.

Pada momen Hari Guru Nasional tahun 2025, tentunya ada beberapa hal yang kita harapkan akan dapat tercapai untuk mengatasi tantangan transformasi pendidikan dan diskriminasi hukum terhadap guru. Masyarakat diharapkan dapat memberikan penghormatan dan apresiasi yang besar kepada guru atas jasa dan dedikasi mereka dalam mencerdaskan kehidupan bangsa, memberikan perlindungan hukum yang lebih baik dari diskriminasi dan tindakan  tidak adil.

Guru adalah agen perubahan dalam transformasi pendidikan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dan menanamkan nilai-nilai moral dan etika bagi setiap anak didik. Dengan demikian, Hari Guru 2025 kiranya akan menjadi momentum berharga untuk mengambil hikmah dari apa yang sudah dan sedang terjadi,  tetap termotivasi dan tidak menyurutkan semangat juang dalam berkarya, sehingga dengan tugas yang diemban dapat dimaknai sebagai suatu panggilan pengabdian yang tulus untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kecerdasan generasi bangsa.

Selamat Hari Guru 25 November 2025

Penulis : Yulius Djarawula, Guru Pada SDN Kadahang, Sumba Timur

Komentar