Waingapu.Com-Kamis (4/9/2025) siang Ketika massa Aliansi Rakyat Sumba Bersatu mendatangi kantor Bupati dan menyuarakan aspirasinya, disambut dengan tangan terbuka oleh Bupati, Umbu Lili Pekuwali dan Wakil Bupati Yonathan Hani.
Keduanya didampingi oleh anggota Forkopimda, mendengarkan suara rakyat yang membawa isu pelik: demokrasi yang melemah, hukum yang pincang, ketenagakerjaan yang timpang, dan luka akibat kekerasan seksual.
““Kami mengapresiasi semangat masyarakat dalam menyuarakan kepeduliannya terhadap berbagai isu penting. Pemerintah Kabupaten Sumba Timur berkomitmen untuk menindaklanjuti seluruh aspirasi ini, termasuk penanganan kekerasan seksual dan perlindungan anak, yang merupakan prioritas kemanusiaan dan moral bagi kita semua,” urai Umbu Lili.
Bupati juga menyatakan, pembangunan yang dijalankan di Sumba Timur harus diawasi bersama. Ia tidak ingin proyek dan juga investasi justru merugikan rakyat atau menimbulkan gejolak sosial yang negatif.
Sikap terbuka itu dianggap sebagai langkah penting dalam menjaga iklim demokrasi. Rakyat diberi ruang bicara, pemimpin hadir sebagai pendengar, bukan penguasa yang menutup pintu.(ped)







