Modus Barcode dan Tangki Modifikasi Terbongkar dalam Kasus BBM Subsidi di Sikka

oleh
Sebagian BBM yang diamankan aparat Polres Sikka dari dalam mobil (Foto: istimewa)

Sikka, Waingapu.Com-Pengungkapan enam kasus penyalahgunaan BBM subsidi oleh Polres Sikka tidak hanya mengamankan ratusan liter Pertalite dan Solar, tetapi juga mengungkap berbagai modus yang digunakan pelaku untuk mengelabui sistem distribusi BBM.

Dikutip dari Tribrata News NTT disebutkan, dari hasil penyidikan sementara, pelaku menggunakan berbagai cara untuk mengumpulkan BBM subsidi dalam jumlah besar sebelum dijual kembali dengan harga yang lebih tinggi.

Salah satu modus yang ditemukan adalah penggunaan barcode kendaraan secara berulang untuk membeli Pertalite di SPBU. Dengan cara tersebut, pelaku dapat memperoleh BBM melebihi kebutuhan normal kendaraan.

Setelah berhasil membeli BBM, pelaku memindahkannya ke dalam botol plastik maupun jerigen yang telah disiapkan sebelumnya.

Modus lainnya yang cukup mencuri perhatian adalah penggunaan tangki kendaraan yang telah dimodifikasi. Kendaraan tersebut dirancang untuk menampung BBM lebih banyak dibanding kapasitas standar pabrikan.

Dalam salah satu kasus, Satreskrim Polres Sikka menemukan sekitar 60 liter Pertalite yang diperoleh melalui metode tersebut.

Menurut penyidik, BBM yang berhasil dikumpulkan kemudian dipindahkan ke berbagai wadah untuk dijual kembali secara eceran maupun dikirim ke wilayah lain.

Praktik ini dinilai sangat merugikan masyarakat karena menyebabkan distribusi BBM subsidi tidak tepat sasaran.

Kapolres Sikka AKBP Bambang Supeno mengatakan pihaknya akan terus meningkatkan pengawasan terhadap berbagai modus penyalahgunaan BBM yang berkembang di lapangan.

“Kami akan terus melakukan pengawasan, penyelidikan, dan penegakan hukum terhadap setiap bentuk penyalahgunaan BBM,” ujar Bambang.

Ia menegaskan tidak ada toleransi bagi pihak-pihak yang mencoba mengambil keuntungan dari program subsidi pemerintah.

Selain melakukan penindakan, Polres Sikka juga terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencegah praktik serupa kembali terjadi di masa mendatang.(wyn)