Suksesnya Pilkades Serentak di Sumba Timur, Pengamanan dan Sumber Pendanaannya

oleh -364 views
Sukses Pilkades

Waingapu.Com – Pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak di Kabupaten Sumba Timur telah usai dilaksanakan, Selasa (16/11) kemarin. Ada 99 desa yang melaksanakannya, dan secara umum berjalan aman dan kondusif. Kepastian situasi itu disampaikan oleh AKBP. Handrio Wicaknono, Kapolres setempat, ketika dihubungi media ini malam harinya selepas pesta politik tingkat desa itu digelar. Lini masa media sosial juga tak luput dari ungkapan perasaan warganet, baik yang mengucapkan terima kasih, syukur dan juga harapan atas dan pada figur-figur terpilih maupun yang tidak.

Tak bisa pula dipungkiri, pelaksanaan Pilkades itu tentu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Apalagi di masa Pandemi Covid-19 seperti saat ini. Pembiayaan menjadi sangat ketat dan diusahakan semaksimal mungkin tepat sasaran dan manfaatnya. Pembiayaan untuk pesta demokrasi tingkat desa inipun demikian, dianggarkan pada dari Alokasi Dana Desa (ADD).

Sejumlah Penjabat Kepala Desa, yang dihubungi media ini menyatakan alokasi anggaran untuk Pilkades berkisar Rp. 20 hingga Rp. 30 juta. Adalah Nuel Ruha, penjabat Kepala Desa Kombapari, Kecamatan Katala Hamu Lingu (Kahali) menjelaskan alokasi dana untuk pelaksanaan Pilkades mencapai lebih dari Rp. 31 juta.

Sukses Pilkades

“Bisa mencapai tiga puluh satu jutaan lebih. Itu utuk panitia, dan juga untuk pengamanannya untuk Linmas, Dan Pos Ramil dan Kapospol,” jelasnya kala dihubungi via gawainya, Senin (15/11) lalu.

Tak hanya itu, Nuel juga menjelaskan tentang adanya pembiayaan tambahan sebesar Rp. 5 juta yang kata dia diperuntukan untuk memperkuat keamanan di tingkat lokal. Dana itu kata dia dimasukan dalam perubahan APB – Des sesuai hasil kesepakatan rapat di Kabupaten.

Baca Juga:  DPRD Sumba Timur Segera Usulkan Pengesahan Bupati & Wakil Bupati ke Mendagri

“Dana itu kami kirimkan ke rekening khusus yang dibuka oleh Kepala Dinas PMD atas nama Pak Kadis sendiri Franky Ranggambani. Kami masih simpan bukti pengirimannya,” paparnya sembari menambahkan dana itu dikirimkan melalui bank BRI Payeti.

Penjelasan yang tidak jauh beda juga dituturkan oleh Meki Mutu, penjabat Kepala Desa Karipi, Kecamatan Matawai Lapawu. Dihubungi terpisah via gawainya, Meki membenarkan anggaran untuk pelaksanaan Pilkades diambil dari ADD dan juga ada penambahan anggaran sebesar Rp. 5 juta yang dibayarkan dan nantinya akan dimasukan dalam perubahan APB- Des nanti.

“Sekitar 20 juta kalau di sini anggarannya untuk Pilkades. Kalau dana lima juta itu kita salurkan ke DPMD yang nantiya di salurkan ke Polres dan Kodim. Kami salurkan kemarin memang melaui rekening atas nama pribadi Pak Kadis PMD. Kami lakukan itu karena sebelumnya telah ada kesepaktan seperti itu,” jelasnya namun mengakui kesepakatan itu tidak dituangkan dalam dokumen berita acara dan bukti penyetoran ada dan disimpannya guna pertangung jawaban nantinya.

Sehubungan dengan adanya dana Rp. 5 juta yang harus disetorkan oleh desa-desa ke Dinas PMD melalui rekening atas nama pribadi, Franky Ranggambani ketika dihubungi media ini, Senin (15/11) tidak menampiknya. Birokrat muda dan potensial itu menjelaskan alasan dibalik realita itu.

“Benar ada dana lima juta per desa untuk biaya pengamanan Pilkades. Itu disetor ke rekening atas nama saya sebagai rekening penampung. Nantinya dana itu disetorkan lagi ke Polres dan Kodim ditambah dengan dana 100 juta dari APBD. Total dana itu diserahkan dan dibuatkan berita acara penyerahannya,” jelas Franky dari baik gawainya yang ditindaklanjut dengan pengiriman foto dokumen berita acara yang di tanda tangani Kapolres dan Dandim 1601 Sumba Timur itu.

Baca Juga:  Surat Suara Mulai Disortir KPUD

Lebih lanjut dipaparkan Franky, keputusan untuk menjadikan rekeningnya sebagai rekening penampung itu juga telah dikonsultasikan terlebih dahulu dengan badan inspektorat.

“Sudah dikonsultasikan dengan Inspektorat. Dan atas saran inpektorat itu dilakukan karena kata mereka tidak bisa kala atas nama dinas karena tidak masuk dalam DPA karena dikumpulkan dari desa, itu saran inspektorat sehinggsa buat rekening atas nama saya karena saya penanggungjawab dinas, jadi itu rekening penampung saja. Setelah terkumpul kami serahkab semmau dana ke Kodim dan Polres, karena kami tidak menglola dana itu yang memang peruntukannya untuk pengamanan Pilkades,” urainya.

Dalam dua dokumen Berita acara yang dikirimkan beberapa saat kemudian pasca penjelasan Franky, selain ditandatangi dirinya sebagai pihak pertama, juga ditanda tangani oleh Kapolres dan Dandim 1601 Sumba Timur sebagai pihak kedua atau penerima dana itu. Dalam dokumen Berita acara itu, Polres menerima Rp. 295 juta dan Kodim 1601 sebesar Rp. 200 juta.

Kapolres Sumba Timur, AKBP. Handrio Wicaksono, yang dihubungi terpisah membenarkan pihaknya menerima dana sebesar Rp. 295 juta. Yang mana dana itu merupakan bagian dari dana talangan lima juta perdesa plus APBD.

Baca Juga:  Polsek Lewa Pastikan Kasus Penganiayaan Timses Berlanjut

“Iya betul dukungan dari 99 desa, per desanya lima juta,” tulisnya singkat menjawab pertanyaan media ini lewat saluran WhatsApp (WA) itu. Penjelasan yang tidak jauh beda, juga disampaikan Dandim 1602 Sumba Timur, Letkol (Czi) Dwi joko Siswanto yang juga dihubungi terpisah lewat saluran yang sama, beberapa waktu berselang.

Banyak harapan dan doa warga bahkan meluber hingga dunia maya, terkait dengan pelaksanaan Pilkades yang mana telah pula mencapai puncaknya pada proses pemilihan. Tidak sedikit pula dana yang dialokasikan untuk terwujudnya situasi aman dan kondusif dalam pesta demokrasi lokal pada 99 desa pelaksana itu. Hari-hari ke depannya, diharapkan sinergitas dalam semangat kekeluargaan dan persaudaraan tetap harus kembali direkatkan, sesuai dengan harapan Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing yang pernyataan dan videonya telah pula tersebarkan terlebih dahulu ke media sosial yang menekankan pada hati nurani, bebas dari tekanan, serta persaudaraan adalah hal yang permanen.

“Pastikan memilih salah satu calon kepala desa sesuai dengan hati nurani tanpa tekanan dari siapapun. Melalui kesempatan ini saya juga ingin menyampaikan kepada kita semua bahwa persaudaraan itu adalah sesuatu yang permanen dan kepentingan itu hanya sementara. Oleh karena itu kita terus membangun semangat kolektivitas sebagai bagian dari masyarakat Sumba Timur yang memahami dan mengerti bahwa sesungguhnya kita semua bersaudara,” tandasnya melalui video yang juga diterima langsung dari nomer WAnya, Senin (15/11) pagi lalu itu. (ion)

Komentar