Cultukar, Kolaborasi Indonesia Qatar, Membuat Kerajinan Sumba Timur Mendunia

oleh
oleh
Created with GIMP

Waingapu.Com – Culture dan Tukar dipadukan menjadi Cultukar  menjadi tema dan tujuan residensi atas kekayaan karya dan budaya Sumba yang direpresentasikan dengan kerajinan logam. Dalam program itu telah terpilih 4 desainer perhiasan  untuk mengikuti program. Keempatnya yakni Dian Suri dari Indonesia, Fahad Al Buainain dari Qatar dan desain furniture Hendro Hadinata dari Indonesia serta Nora Al Melhim dari Qatar sebagai desain interdisipliner.

Sedangkan untuk lokal master yang di tunjuk pada kegiatan ini adalah Bahi Hamba Pullu, Stepanus Ndima Pareta, Umbu Manja Mila Meha dan Windi Jawakori. Kegiatan terlaksana di ruang Walakiri Beach, Hotel Kambaniru itu dibuka Umbu Ngadu Ndamu, Sekretaris Daerah Sumba Timur, yang hadir mewakili Bupati setempat. 

Baca Juga:  Dinsos Sumtim Curiga KIS Belum Optimal Tersalurkan
Created with GIMP

Umbu Ngadu Ndamu menyatakan apresiasinya pada program itu. Karena menurutnya program Cultukar untuk tahun 2023 ini , di Indonesia teprilih 2 daerah saja yakni tasikmalaya dan Sumba Timur. Khusus Sumba Timur sebut dia, kerajinan khas logamnya yakni mamuli telah diupayakan masuk dalam kemajuan kebudayaan sesuai dengan Undang – undang Nomor 5 Tahun 2017, sebagai benda seni  dengan teknologi tradisional dan juga sebagai situs ritus.

Adapun ke-4 desainer yang terlibat, menyatakan sangat mengagumi adat budaya sumba, yang begitu kaya, juga eksotika alamnya. Mereka nantinya akan berkolaborasi deegan hasil karya para local master Sumba. Dimana nantinya hasil karya mereka  akan dipamerkan di Qatar Musseums. Museum ini sendiri lebih kepada menampilkan karya yang bisa melihat masa depan dalam bidang budaya atau tidak seperti museum lainnya yang lebih banyak memamerkan benda – benda untuk melihat hasil karya masa lalu.

Baca Juga:  Jokowi Hadiri Parade 2017 Penenun Kain Sumba

Harry Purwanto, kurator program Indonesian Contemporary Art and Disign (ICAD) dalam acara ini mengatakan alasan di balik terpilihnya Sumba Timur. 

Created with GIMP

“Sumba Timur dipilih menjadi tempat tujuan residensi karena kekayaan dan keunikan kriyanya terkhususnya dalam kerajinan logam. Karenanya kami libatkan 4 local master terpilih dari Sumba Timur,” paparnya.

 “Qatar-Indonesia 2023 Year of Culture bertujuan untuk menyoroti keunikan-keunikan tersebut melalui berbagai program pertukaran budaya yang menanggapi 12 pilar sebagai fokus utama, yaitu seni, mode dan desain, musik dan teater, olahraga, film dan fotografi, kuliner, sastra, kesehatan dan pendidikan, politik dan ekonomi, museum dan pameran, keberlanjutan, serta ilmu pengetahuan dan teknologi,” paparnya. (ped)

Baca Juga:  Opsus SIWAB, Puluhan Ribu Sapi Betina Sumba Wajib Bunting

Komentar