Bupati Sumba Timur Pastikan, Polemik Pengelolaan & Kepemilikan Lapangan Prailiu Tak Akan Terulang

oleh -2.713 views
Peresmian Lapangan Rihi Eti

Waingapu.Com –  Bupati Sumba Timur, Khristofel Praing meyakini polemik seputar kepemilikan dan pengelolaan lapangan pacuan kuda, Tamoe Oemboe Hoengoe Rihi Eti, Kelurahan Prailiu, Kecamatan Kambera tidak akan terulang kembali. Hal itu karena pihak pemerintah dan para tokoh dan sesepuh adat Kampung Raja Prailiu, telah mencapai permufakatan  dan kesepakatan, dimana lapangan itu sampai kapanpun akan dipergunakan untuk pacuan kuda tradisional Sumba dan untuk peningkatan ekonomi dan kemaslahatan masyarakat.  Juga tidak akan dirubah dengan alasan untuk kepentingan olah raga menjadi sebuah stadion. 

“Itu sudah selesai, yang lalu hanya sempat terjadi mis saja. Hal itu karena pemerintahan yang lalu memasang palng yang menyatakan tanah ini milik Pemkab  Sumba Timur, itulah yang kemudian direspon oleh beberapa suku atau marga terkait dari kampung Raja Prailiu, namun kemudian bisa terselesaikan dan mencapai titik temu. Hari ini kita lihat bersama hadir juga dari keluarga besar dari kampung Raja Prailiu,” papar Bupati Sumba Timur,  Kamis (12/05/2022) siang lalu, menanggapi pertanyaan wartawan seputar polemik yang pernah terjadi terkait kepemilikan dan pengelolaan lapangan itu.

Baca Juga:  Pandemic Covid-19, Atraksi Pasola & Pajura di Sumba Barat Ditiadakan
Peresmian Lapangan Rihi Eti

“Tadi juga dalam sambutan saya sudah tegaskan sudah adanya kesepakatan bersama antara pemerintah kabupaten Sumba Timur dengan keluarga Kampung Raja Prailiu, lapangan ini akan dimanfaatkan sampai kapanpun untuk masyarakat dalam pelaksanaan event pacuan kuda,” timpal Khristofel selepas ceremonial peresmian beroperasinya kembali lapangan pacuan kuda Prailliu pasca renovasi yang didanai oleh Kementerian Pemuda dan Olah Raga itu.

Di tempat  yang sama, Bupati yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Umbu Ngadu Ndamu juga merespon pertanyaan sehubungan dengan pelaksanaan even lainnya selain pacuan kuda di lapangan Prailiu itu. 

“Boleh – boleh, nanti juga akan tetap dibangun fasilitas lainnya seperti lapangan sepak bola, volly, atletik dan basket. Akan tetapi yang substansi, yang utamanya adalah pacuan kuda. Jadi tidak bisa karena atas nama kepentingan olah raga kita merubah ini menjadi stadion, tidak bisa, itu sudah kesepakatan, dan itu sudah final,” tandasnya.

Baca Juga:  Empat Bangsawan Praiyawang Dimakamkan, Satu Jenazah Bahkan Sudah Tersimpan 10 Tahun

Ceremonial peresmian sendiri diwarnai sejumlah acara dan atraksi. Diantaranya Bupati Sumba Timur bersama Wakil Bupati, David Melo Wadu melakukan supervisi lapangan dengan parade sekira seratusan kuda sandalwood dan campuran. Kedua figur yang dikenal dengan jargon SEHATI itu masing – masing menunggangi kuda satu putaran. Selanjutnya disambut tarian colosal dari sanggar Ori Angu, yang meriah dan rancaknya memicu Bupati seturun dari kudanya yang diberi nama Elang Laut itu,  ikut menari bersama. Peresmian juga ditandai dengan penyembelihan satu ekor kerbau muda di depan tribun yang langsung direspon dengan kayaka dan kakalaku.(ion) 

Komentar