Uji Petik Mineral ESDM di Wanggameti: Keterbukaan Informasi, Kepastian Hukum dan Perlindungan Ekologis Tidak Boleh Ditawar

oleh

Dimensi Humaniora: Alam Bukan Hanya Objek Ekonomi

Dalam perspektif humaniora, hubungan masyarakat Sumba dengan tanah, hutan, air, dan ruang hidup tidak dapat direduksi menjadi hubungan ekonomi semata.

Lanskap memiliki dimensi sosial, historis, budaya, dan antargenerasi. Bagi masyarakat yang kehidupannya bergantung pada sumber daya alam, perubahan kondisi lingkungan dapat memengaruhi penghidupan, hubungan sosial, pengetahuan lokal, dan keberlanjutan warisan budaya.

Karena itu, kebijakan mengenai sumber daya mineral harus mempertimbangkan siapa yang menerima manfaat, siapa yang menanggung risiko, serta bagaimana keputusan tersebut memengaruhi masyarakat dalam jangka panjang.

Masyarakat tidak seharusnya hanya ditempatkan sebagai penerima informasi setelah keputusan dibuat. Mereka perlu memperoleh akses terhadap informasi, kesempatan menyampaikan pendapat, dan ruang untuk mengawasi kebijakan yang berpotensi memengaruhi lingkungan serta kehidupan mereka.

Pembangunan yang mengabaikan dimensi manusia dan ekologi berisiko menghasilkan manfaat ekonomi jangka pendek dengan biaya sosial yang jauh lebih panjang.

Wanggameti tidak boleh dinilai hanya berdasarkan nilai material yang mungkin terkandung di dalam tanahnya. Nilainya juga terletak pada fungsi ekosistem, keberlanjutan sumber air, keanekaragaman hayati, dan kehidupan masyarakat yang berhubungan dengan lanskap tersebut.