Gunakan Pasir Laut Pada Proyek Pembangunan Lapangan Prailiu, Ini Penjelasan Kontraktor

oleh
Pembangunan Lapangan Rihi Eti

Waingapu.Com – Proyek pembangunan Lapangan Prailiu, di Kecamatan Kambera, Kabupaten Sumba Timur, NTT, hingga kini masih dalam tahapan pekerjaan. Lokasi proyek yang berada di pinggir jalan nasional dan ramai dilintasi warga dari ragam penjuru itu, menjadikannya mudah untuk turut dikontrol dan juga dikritisi warga. Sejumlah warga ada yang mempertanyakan penggunaan pasir laut dalam proyek itu, karena menilai pasir jenis ini kalah kualitasnya jika dibandingkan dengan pasir sungai atau kali.

“Banyak truk yang datang, muat dan antar pasir laut untuk proyek di Prailiu ini. Kenapa tidak pakai pasir sungai yang lebih baik. Kok bisa pakai pasir itu, apakah itu sesuai dengan bestek? Pihak pemerintah atau penyedia anggaran kok tidak menegur atau larang?” ungkap Herman, seorang warga kepada media ini dalam sebuah perbincangan lepas tidak jauh dari lokasi proyek ini, beberapa hari lalu.

Baca Juga:  Brigade PB ‘Serbu’ 40 Koloni Belalang Kembara
Aprianus Ranja Nggili

Aprianus Ranja Nggili, GS dari CV. Dwi Kresindo Perkasa, selaku kontraktor pada proyek dengan anggaran Rp. 8,8 Miliar lebih yang bersumber dari APBN 2021 dibawah Kementerian Pemuda dan Olah Raga RI, pada media ini membenarkan pemakaian material pasir laut. Ditemui di sisi base camp proyek ini beberapa hari lalu, Aprianus menjelaskan dalil dibalik penggunaan pasir laut itu.

“Benar kami gunakan pasir laut. Itu kami pakai untuk lintasan pacuan kuda. Jadi kalau pada saatnya nanti ada pacuan, kudanya tidak mudah untuk cedera. Selain itu, kalau yang ditumpuk di dekat bangunan pasangan dan pagar adalah untuk aanstamping. Itu dimaksudkan untuk mengikat batu kosong yang dipasang berdiri, lalu diantara batu itu diisi dengan pasir gunung, sehingga bisa mengisi rongga yang kosong, karena nanti diatasnya akan ada pondasi yang akan memikul beban yang berat. Pasir sendiri kami ambil dari laut Laipori,” jelas Aprianus.

Baca Juga:  KSPSI Sumba Timur Advokasi Pekerja Korban PHK Sepihak RSUD URM-Waingapu

Dalam kesempatan ini, Aprianus juga meluruskan informasi sehubungan dengan adanya gambar dan informasi yang menyebar lewat media sosial. Pasalnya kata dia, informasi itu seakan-akan mengatakan bahwa anggaran yang kini dikucurkan pada proyek yang saat ini sedang dilaksanakan adalah untuk membangun lapangan prailiu seperti yang digambarkan.

Pembangunan Lapangan Rihi Eti

“Jadi perlu saya luruskan, proyek ini adalah tahap satu, dimana kami hanya mengerjakan hanya pagar, lintasan kuda, juga loket dan pintu gerbang saja. Juga untuk menimbun bagian lapangan yang rendah hingga rentan genangan. Kalau gambar yang beredar di media sosial itu adalah untuk rencana jangka panjangnya,” pungkasnya.

Lapangan Prailiu sendiri merupakan lapangan pacuan kuda yang selama ini dipandang paling ideal dari beberapa aspek. Selain mudah dijangkau oleh warga di sekitar Kota Kambera, bahkan wilayah lainnya, juga lapangan ini secara historis sejak era swapraja silam, rutin menggelar pacuan kuda tradisional khas Sumba. (ion)

Baca Juga:  IPT Sebuah Solusi Bangun Kesejahteraan Warga Transmigrasi

Komentar